Foke: Diimbau Tak Terima Parsel!

Kompas.com - 09/08/2011, 17:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengimbau kepada para pejabat di Pemerintah Provinsi DKI untuk tidak menerima parsel pada Hari Raya Idul Fitri. Ia menyarankan, daripada memberikan parsel kepada pejabat Pemprov DKI lebih baik menyumbangkan uangnya ke Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqoh (Bazis), panti asuhan dan lembaga sosial lainnya yang membutuhkan.

"Imbauan pelarangan penerimaan parsel Lebaran tetap berlaku di tahun ini di jajaran Pemprov DKI. Saya pribadi juga tidak akan menerima parsel Lebaran tersebut. Karena itu saya mengimbau teman-teman saya yang kelebihan uang salurkanlah ke badan sedekah atau lembaga sosial lainnya," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (9/8/2011).

Ia menjelaskan, larangan ini untuk menghindari pemberian yang terkait dengan tugas dan jabatan para pejabat DKI. Foke mengungkapkan, pemberian parsel itu akan menimbulkan kesalahpahaman dari berbagai pihak dan bisa mengarah pada penyalahgunaan wewenang. Mengenai larangan pemberian parsel ini sudah diatur dalam UU No 20 Tahun 2001 pasal 12 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Jika memang ingin menyumbang sekali lagi melalui tempat seperti panti asuhan, jangan kepada pengemis di jalanan. Nantinya akan semakin banyak jumlah pengemis di Jakarta," ujar Foke.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau