Kedatangan Produser Final Fantasy Disambut Meriah di ITB

Kompas.com - 09/08/2011, 20:49 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Takashi Tokita, produser game dari Square Enix, Jepang, yang tersohor dengan game-game populer seperti Final Fantasy, datang ke Indonesia. Kehadirannya disambut oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kuliah umum yang diadakan oleh Jurusan Komunikasi Visual dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Selasa (9/8/2011).

"Biasanya kami yang mengundang negara lain ke Jepang untuk berkunjung ke Square Enix, ini pertama kalinya Square Enix mengunjungi negara lain. Indonesia adalah negara pertama yang kami kunjungi dan kami belum ada rencana mengunjungi negara lain," ujar Sachiko Takahashi,
Senior Manager, Business Development, Corporate Planning Division Square Enix, usai kuliah umum di Aula Timur ITB, Bandung.

Kedatangan Tokita dan Square Enix terkait dengan kompetisi game yang diadakan Square Enix bersama FSRD ITB dan MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi). Tokita hadir untuk memberikan kuliah umum tentang perkembangan industri game pada smartphone.

Peserta kuliah umum ini awalnya dibatasi hanya 200 peserta, namun hari ini jumlah peserta yang diperbolahkan masuk sebanyak 450-an peserta. "Awalnya kami membuka untuk mahasiswa ITB saja, khususnya mahasiswa FSRD, namun ada masukan dari fakultas lainnya di ITB dan kampus-kampus lain di Bandung, akhirnya kami tambah jumlah peserta menjadi 450-an orang," ujar Intan R. Mutiaz., dosen multimedia FSRD ITB yang juga koordinator beasiswa unggulan Diknas untuk Game Animasi.

Mahasiswa-mahasiswa yang hadir berasal dari ITB dan kampus lain seperti Unpar (Universitas Parahyangan), Unpad (Universitas Padjadjaran), yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap industri game. Usai memberi kuliah umum, Tokita meluangkan waktu untuk memberikan tanda tangan dan berfoto bersama para mahasiswa.

Salah seorang mahasiswa yang hadir, yakni Lody Reviadi dari jurusan Ilmu Komputer Unpar sengaja datang dan meminta tanda tangan Tokita. "Saya penggemar Final Fantasy dan saya tahu Tokita adalah produsernya. Saat mendaftar saya tidak yakin bisa dapat kesempatan bertemu,
ternyata saat diumumkan di web, ada nama saya. Senang sekali bisa bertemu seseorang yang membuat game yang saya suka," ujar Lody.

Berbeda dengan Lody yang hanya meminta tanda tangan, Sandy Solihin, alumni DKV FSRD ITB tahun 2010 bahkan sengaja datang untuk menemui Tokita. Ia menyelinap ke dalam media session yang diperuntukkan khusus untuk wartawan. Usai sesi tanya jawab dengan wartawan selesai, Sandy menemui Tokita dan menunjukkan karya-karya desainnya yang telah ia
kumpulkan sejak tahun 2006.

"Saya ingin Tokita melihat karya-karya saya. Ada beberapa yang dia sukai, dan saya berharap suatu hari saya bisa bekerja di Square Enix. Tadi saya hanya modal nekat saja. Saya sering menemui orang-orang untuk menunjukkan karya saya ini. Kumpulan karya ini selalu saya bawa
ke mana-mana. Hari ini, saya ingin Tokita juga melihatnya," ungkap Sandy saat ditemui usai pertemuannya dengan Tokita.

Meski tidak lancar melafalkan bahasa Inggris, Tokita berusaha untuk interaktif dengan para fans-nya. Ia menerima fans-nya satu persatu, menanyakan nama masing-masing, dan menuliskan nama mereka secara personal, baru membubuhkan tanda tangan. Ia juga menerima dengan senyum setiap fans yang meminta foto berdua dengannya, maupun foto bersama-sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau