Palsukan dokumen pemilukada

Bupati Tabanan Dilaporkan Ke Panja Mafia Pemilu

Kompas.com - 10/08/2011, 00:59 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com - Puluhan warga Tabanan, Bali, mendatangi rumah inspirasi milik anggota panja Mafia Pemilu DPR-RI Gede Pasek Suardika di Denpasar, Selasa (9/8/2011), untuk melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti saat Pemilukada lalu.

Aksi massa ini bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti yang tak lain adalah putri mantan Bupati Tabanan periode sebelumnya, Nyoman Adi Wiryatama. Koordinator Massa Wayan Sukaja menyerahkan sejumlah dokumen berisi bukti-bukti kecurangan Eka saat pemilukada lalu kepada Pasek Suardika.

"Minta tolong agar apa yang terjadi di Tabanan yang seolah-olah tidak ada hukum agar ada hukum seperti di negara Indonesia," tegas Sukaja. Bukti-bukti surat palsu yang diserahkan di antaranya nomor NIK ganda yang jumlahnya mencapai 45 ribu.

Sebelumnya, Sukaja yang dikalahkan Eka dalam pemilukada lalu telah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Namun Sukaja melihat ada keputusan yang tidak beres khususnya di KPU Tabanan.

"Saya sudah melaporkan saudara Budiatmika, ketua KPU Tabanan sebagai pelaku pemalsuan," tegas Sukaja. Selain menyerahkan bukti kecurangan Pemilukada, massa juga meminta politisi Demokrat  tersebut untuk memotong 2 buah nasi tumpeng warna hitam dan putih.

"Biar yang putih dikatakan putih, yang hitam dikatakan hitam," jelas Sukaja saat ditanya makna pemotongan tumpeng tersebut.

Sementara Pasek Suardika merespon positif aspirasi sebagian warga Tabanan yang berjuang untuk menegakkan demokrasi. "Kita ingin melawan kejahatan demokrasi, ada 16 laporan kecurangan pemilu salah satunya di Tabanan, kita akan pelajari dokumen-dokumen tersebut," tandas Suardika.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau