DENPASAR.KOMPAS.com - Puluhan warga Tabanan, Bali, mendatangi rumah inspirasi milik anggota panja Mafia Pemilu DPR-RI Gede Pasek Suardika di Denpasar, Selasa (9/8/2011), untuk melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti saat Pemilukada lalu.
Aksi massa ini bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti yang tak lain adalah putri mantan Bupati Tabanan periode sebelumnya, Nyoman Adi Wiryatama. Koordinator Massa Wayan Sukaja menyerahkan sejumlah dokumen berisi bukti-bukti kecurangan Eka saat pemilukada lalu kepada Pasek Suardika.
"Minta tolong agar apa yang terjadi di Tabanan yang seolah-olah tidak ada hukum agar ada hukum seperti di negara Indonesia," tegas Sukaja. Bukti-bukti surat palsu yang diserahkan di antaranya nomor NIK ganda yang jumlahnya mencapai 45 ribu.
Sebelumnya, Sukaja yang dikalahkan Eka dalam pemilukada lalu telah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Namun Sukaja melihat ada keputusan yang tidak beres khususnya di KPU Tabanan.
"Saya sudah melaporkan saudara Budiatmika, ketua KPU Tabanan sebagai pelaku pemalsuan," tegas Sukaja. Selain menyerahkan bukti kecurangan Pemilukada, massa juga meminta politisi Demokrat tersebut untuk memotong 2 buah nasi tumpeng warna hitam dan putih.
"Biar yang putih dikatakan putih, yang hitam dikatakan hitam," jelas Sukaja saat ditanya makna pemotongan tumpeng tersebut.
Sementara Pasek Suardika merespon positif aspirasi sebagian warga Tabanan yang berjuang untuk menegakkan demokrasi. "Kita ingin melawan kejahatan demokrasi, ada 16 laporan kecurangan pemilu salah satunya di Tabanan, kita akan pelajari dokumen-dokumen tersebut," tandas Suardika.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang