Kerusuhan london

Tottenham Vs Everton Mungkin Tetap Digelar

Kompas.com - 10/08/2011, 04:21 WIB

LONDON, SELASA - London, kota tuan rumah Olimpiade 2012, bukan tempat aman untuk menggelar ajang olahraga, setidaknya dua hari ke depan, Rabu (10/8) dan Kamis besok. Dua laga persahabatan sepak bola, Inggris versus Belanda dan Ghana versus Nigeria, serta sejumlah pertandingan Piala Liga dibatalkan dan ditunda, sementara laga pembuka Liga Inggris di London utara juga masih tanda tanya.

Pembatalan sejumlah laga sepak bola itu dipicu kerusuhan massa di London yang sudah menjalar hingga Birmingham, Senin (8/8) atau Selasa dini hari WIB. Polisi setempat berkonsentrasi memadamkan kerusuhan massa dan tidak ingin dibebani berkumpulnya puluhan ribu penonton sepak bola.

Kerusuhan massa, yang tidak berkaitan dengan sepak bola itu, dimulai Sabtu lalu di dekat Stadion Tottenham Hotspur, White Hart Lane. Stadion tersebut hanya mengalami kerusakan pada kantor penjualan tiket laga.

Pihak Tottenham meliburkan tur ke stadion dengan alasan keamanan. Sambil terus memantau perkembangan, mereka memberi isyarat bahwa laga pembuka Tottenham Hotspur versus Everton di White Hart Lane, Sabtu mendatang, tetap berlangsung.

”Menyusul kerusuhan di Tottenham sepanjang akhir pekan lalu, klub terus berhubungan dengan pihak berwenang terkait laga akhir pekan Liga Primer melawan Everton,” demikian pernyataan Tottenham. ”Kami bisa memberi saran bagi suporter, pada tahap saat ini laga tersebut bakal berlangsung dan klub akan melakukan apa saja untuk memastikan status laga seperti saat ini.”

Selain laga Tottenham versus Everton yang terus dipantau perkembangannya, empat partai Piala Liga yang akan digelar, Kamis besok, telah ditunda. West Ham akan menjamu Aldershot. Klub London timur itu telah diberi tahu polisi agar ”seluruh kegiatan publik di London diminta dijadwal ulang.”

Di London selatan, laga Charl- ton versus Reading serta partai Crystal Palace versus Crawley juga ditunda, begitu juga dengan laga Bristol City lawan Swindon.

KNVB juga merugi

Laga uji coba Inggris melawan Belanda dan Ghana versus Nigeria telah dibatalkan. ”Ada perhatian khusus untuk melindungi pemain kedua tim yang mungkin bepergian dengan bus,” kata David Bernstein, Ketua Federasi Sepak Bola Inggris (FA). ”Kami mengutamakan keselamatan dan keamanan. Kami tentu sangat bersedih. Hanya ini yang bisa kami lakukan.”

Laga Inggris versus Belanda rencananya digelar di Stadion Wembley dan sekitar 70.000 tiket telah terjual. FA berjanji mengembalikan uang tiket penonton. Saat keputusan pembatalan diambil, tim Belanda masih berada di Amsterdam.

Pelatih Belanda Bert van Marwijk menyatakan kecewa, tetapi tidak terkejut dengan pembatalan tersebut. ”Jika Anda melihat tayangan di televisi, Anda tahu apa yang terjadi,” kata Van Marwijk kepada wartawan.

Bukan hanya FA, Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) juga merugi. Direktur KNVB Bert van Oostveen mengatakan, organisasinya akan rugi jutaan euro dari penjualan hak siar. ”Bersama FA, kami akan mencari solusi yang elegan,” kata Van Oostveen.

Kerusuhan London mengundang keprihatian sejumlah pemain sepak bola, antara lain bek Inggris, Rio Ferdinand. ”Siapa yang ingin melihat laga sepak bola jika negara kita sedang kacau,” tulis Ferdinand lewat akun Twitter-nya saat melihat kerusuhan melalui televisi di hotel tempat tim Inggris menginap.

Laga uji coba Ghana versus Nigeria rencananya digelar di Watford, sekitar 32 kilometer di sebelah barat laut London. Lewat sebuah pernyataan, klub Watford mengumumkan pembatalan laga uji coba tersebut,

Kerusuhan di London itu juga menimbulkan keprihatinan panitia Olimpiade 2012 karena hanya setahun sebelum ajang olahraga itu digelar. Kerusuhan juga melanda Hackney di London timur, salah satu arena olimpiade.

(AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau