Kasus suap wisma atlet

Rosa Bersaksi untuk El Idris

Kompas.com - 10/08/2011, 12:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Marketing PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang dijadwalkan bersaksi untuk Mohamad El Idris, Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah, yang menjadi terdakwa dalam kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang. Rosa yang juga terdakwa dalam kasus itu akan memberikan keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (10/8/2011).

"Ada lima sampai enam saksi yang akan dihadirkan. Namun yang paling penting, kesaksiannya Rosa," ujar kuasa hukum El Idris, Tommy Sihotang, saat dihubungi.

Menurutnya, sidang akan dimulai sekitar pukul 11.00. Tommy mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi jika keterangan Rosa mengarah pada hal-hal yang memberatkan Idris. "Kami sudah antisipasi, kami tunggu dia akan bilang apa soal Idris," ujarnya.

El Idris didakwa bersama-sama Rosa dan Direktur Utama PT Duta Graha Indah Dudung Purwadi melakukan tindak pidana korupsi sesuai Pasal 5 Ayat 1 huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Dia diduga memberikan uang suap kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam serta anggota DPR, M Nazaruddin, masing-masing Rp 3,2 miliar dan Rp 4,3 miliar terkait pemenangan PT Duta Graha Indah (PT DGI) sebagai pelaksana proyek wisma atlet. Baik Wafid maupun Nazaruddin juga menjadi tersangka dalam kasus itu.

Berdasarkan fakta persidangan sebelumnya, Rosa adalah pihak yang berperan memperkenalkan PT DGI dengan Wafid Muharam. Dia yang mengantarkan El Idris menyerahkan cek senilai Rp 3,2 miliar yang menjadi alat bukti suap kepada Wafid sesaat sebelum ketiganya tertangkap KPK.

Hal tersebut dilakukan Rosa atas perintah M Nazaruddin selaku atasannya. Nazaruddin memerintahkan Rosa mengawal pemenangan PT DGI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau