JAKARTA, KOMPAS.com — Meski kalah dan tersingkir pada babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di London, Inggris, pebulu tangkis tunggal putri Lindaweni Fanetri secara permainan dinilai menunjukan kemajuan. Lindaweni dikalahkan oleh pebulu tangkis asal Jerman, Juliane Schenk, dalam pertarungan tiga gim, 20-22, 21-18, 11-21.
"Linda sudah bermain bagus, banyak sekali kemajuan. Hanya saja, masih ada beberapa teknik yang belum matang," kata asisten pelatih sektor tunggal putri Wong Tat Meng.
Pada gim pertama, Linda yang tertinggal 17-19 menyusul hingga menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Namun, pengamatan bola yang kurang sempurna dari Linda membuat Schenk menutup gim pertama.
Linda sempat memimpin 8-2 pada gim kedua karena Linda dengan cerdik mampu menempatkan bola di area yang sulit dijangkau Schenk. Namun, dengan bermain agresif dan melancarkan banyak jumping smash, Schenk mampu memperkecil ketinggalannya hingga 10-13 dan akhirnya justru memimpin perolehan angka menjadi 14-13. Sempat terjadi susul-menyusul angka dari 15-15 hingga 18-18, Linda berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-18.
Pada gim ketiga, Schenk bermain lebih hati-hati. Ia melaju meninggalkan Linda hingga 6-2. Selain itu, serangan yang dilancarkan Schenk juga cukup berbahaya. Beberapa kali terlihat Linda kesulitan melakukan pengembalian bola. Schenk pun berhasil menutup gim ketiga sekaligus memastikan diri ke babak selanjutnya.
Meskipun belum mampu membalas kekalahannya, Linda menunjukkan banyak kemajuan jika dibandingkan dengan penampilannya pada Singapore Open Superseries 2011 lalu. Kali ini Linda terlihat lebih bisa membaca permainan Schenk dan mengatur penempatan bola. Sayangnya, Linda masih banyak melakukan kesalahan sendiri, dan ini menguntungkan Schenk.
"Kemarin, Linda kalah straight game, sekarang dia sudah bisa membuat jadi rubber game dan mempersulit Schenk. Artinya, dia sudah bisa bersaing dengan pemain unggulan. Tinggal melatih beberapa teknik lagi," ungkap Wong.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang