Kedelai Tak Kurangi Gejala Menopause

Kompas.com - 10/08/2011, 14:31 WIB

KOMPAS.com – Menopause, yang ditandai dengan berhentinya menstruasi secara alami seringkali menimbulkan keluhan seperti sengatan panas pada wajah atau migrain. Salah satu mitos yang beredar menyebutkan konsumsi kedelai akan membantu mengatasi gejala-gejala yang mengganggu di masa menopause.

Sayangnya sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa konsumsi kedelai tidak memberikan pengaruh secara signifikan kepada perempuan. Pernyataan tersebut didasarkan pada hasil studi yang melibatkan hampir 250 wanita AS yang diberikan ekstrak kedelai dalam bentuk tablet.

Penelitian yang berlangsung selama dua tahun tersebut menyebutkan konsumsi kedelai tidak dapat meringankan gejala menopause seperti hot flushes (rasa panas) atau kehilangan kepadatan tulang. Penemuan ini sekaligus menepis beberapa anggapan yang mengatakan kedelai sebagai penghambat terjadinya menopause.

Untuk membantu mengatasi gejala menopause, para ahli lebih menyarankan untuk menjalani metode sulih hormon (Hormone Replacement Therapy /HRT). “Saran saya adalah bahwa perempuan harus kembali mengambil menjalani metode ini. Kami menemukan bahwa tablet isoflavon kedelai tidak memberikan manfaat apapun," kata Dr. Silvina Levis, ketua peneliti.

Menurut Silvina, banyak perempuan yang tidak memilih menjalani terapi hormon dikarenakan khawatir akan efek jangka panjang seperti kanker payudara dan stroke. Sehingga  mereka mencari alternatif lain yakni dengan mengonsumsi kedelai.

Para peneliti dari University of Miami mengatakan kedelai bukanlah pilihan yang utama. Hal tersebut didasarkan pada hasil penelitian yang telah mereka lakukan dengan melibatkan 248 wanita menopause, yang dibagi ke dalam dua kelompok (kedelai dan plasebo).

Pada kelompok kedelai mereka menerima 200 mg tablet isoflavon kedelai setiap hari selama dua tahun, sementara wanita pada kelompok plasebo diberi pil kosong. Setelah diamati, ternyata tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok tersebut terkait menurunnya gejala atau efek dari menopause.

Sementara itu, Dr Malcolm Whitehead, seorang ahli menopause, King s College Hospital, London mengatakan, "Saya sama sekali tidak terkejut dengan temuan itu. Dalam pengalaman klinis saya, telah banyak wanita mengatakan kedelai tidak bekerja efektif untuk mereka."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau