Khamis Khafady Masih Hidup?

Kompas.com - 10/08/2011, 14:53 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Televisi pemerintah Libya, Selasa (9/8/2011), menayangkan apa yang dikatakan cuplikan rekaman putra Moamar Khadafy, Khamis Khadafy, yang pekan lalu disebut oposisi telah tewas. Cuplikan gambar dalam tayangan itu memperlihatkan Khamis ketika mengunjungi warga Libya yang terluka dalam serangan udara di timur Tripoli.

Pemerintah Libya membantah klaim oposisi bahwa Khamis, komandan dari salah satu pasukan Khadafy yang paling setia dan  dilengkapi senjata terbaik, telah terbunuh oleh serangan udara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di dekat Zlitan. TV Libya mengatakan, rekaman yang ditanyangkan itu diambil, Selasa.

Jika asli, itu akan menjadi bukti visual pertama bahwa Khamis Khadafy masih hidup. Ia mengenakan seragam militer dan baret oranye dengan sikap yang sangat mirip dengan Khamis. Seorang pria terdengar sedang mengobrol dengan orang-orang di sekitarnya, yang dikatakan terluka sebelumnya pada Selasa dalam serangan udara NATO terhadap rumah-rumah petani di dekat Zlitan.

Pemerintah mengatakan, puluhan warga sipil tewas dalam serangan itu. NATO mengatakan, pihaknya menghantam target militer yang sah dan menyelidiki insiden itu. "Mereka membom rumah. Padahal anda tidak berharap akan dibom," kata Khamis ketika menanyai seorang wanita yang berbaring di tempat tidur rumah sakit.

Berita-berita yang dilansir dari Benghazi sebelumnya menyatakan bahwa putra pemimpin Libya tersebut tewas dalam satu serangan udara NATO di kota barat Zlitan, yang juga menyebabkan kematian sekitar 30 orang lainnya, kata juru bicara oposisi.

Khamis adalah komandan Brigade ke-32 Libya, salah satu kekuatan Khadafy yang paling diandalkan, yang telah dikerahkan di Zlitan, daerah perkotaan terbesar antara Misrata dan ibu kota Tripoli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau