Jelang sea games xxvi

Indonesia Incar Dua Emas Biliar

Kompas.com - 10/08/2011, 18:36 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Tim biliar Indonesia mengincar dua medali emas pada SEA Games XXVI di Sumatera Selatan dan DKI Jakarta, 11-22 November 2011.     

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) Tutuk Kurniawan di Semarang, Rabu, mengatakan, target dua emas itu ditetapkan karena sulit untuk menjadi juara umum.     

"Kalau juara umum sangat berat tetapi kami memasang target meraih dua emas, syukur-syukur bisa tiga emas atau lebih," kata Tutuk Kurniawan yang juga Wakil Ketua Umum III (bidang perencanaan anggaran) KONI Jawa Tengah.     

Menurut dia, Indonesia mengusulkan nomor pool bisa dimainkan 60 persen karena kekuatan Indonesia ada pada nomor tersebut tetapi ditolak dan justru dibalik nomor pool hanya 40 persen sedangkan nomor lainnya 60 persen.     

Ketika ditanya peluang untuk meraih medali emas, dia mengatakan,  Indonesia mengandalkan nomor pool seperti bola delapan, bola sembilan, dan lain sebagainya. "Di nomor ini kami punya atlet seperti BW Simanjuntak, Ricky Yang, Yoni Rahmanto, dan lain sebagainya," katanya.     

Menurut mantan Ketua Umum Pengprov POBSI Jateng tersebut, untuk nomor ini Indonesia hanya bersaing dengan pebiliar dari Vietnam dan Filipina. "Kalau Malaysia, Singapura, Thailand, dan lain sebagainya masih berada di bawah kita," katanya.     

Tetapi, lanjut dia, kalau untuk nomor english billiard, caroom, dan snooker, pebiliar Indonesia bakal kesulitan meraih prestasi terbaik karena pesaingnya sangat berat. "Bisa meraih perak atau perunggu saja sudah merupakan hasil yang baik," katanya.     

Ia menyebutkan, untuk nomor ini bakal dikuasai pebiliar dari Thailand, Vietnam, dan Singapura, serta Filipina. "Tetapi kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik saat kami menjadi tuan rumah," katanya.     

Ia menambahkan, saat ini jumlah atlet yang menjalani pelatnas untuk persiapan tampil pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara mendatang sudah 100 persen.    

Sebelumnya, kata dia, jumlahnya masih 32 atlet, sekarang sudah turun menjadi 20 atlet dan ini yang masuk tim inti Indonesia ke SEA Games mendatang. "Masak yang dipertandingkan 16 nomor kami harus dengan 16 atlet, tentu harus ada cadangannya," katanya.     

Ia mengatakan, saat ini ke-20 pebiliar itu masih menjalani latihan di Jakarta. "Sebenarnya pada Agustus 2011 sudah harus ke Palembang hingga pelaksanaan SEA Games tetapi ternyata venuesnya masih dalam tahap perbaikan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau