Pencurian

Pencuri Mesin ATM Diduga Lebih Dua Orang

Kompas.com - 10/08/2011, 19:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapinya pelaku pencurian mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BNI di Pondok Kelapa, Jakarta Timur beberapa waktu lalu mengundang spekulasi bahwa pelaku berjumlah lebih dari dua orang.

Pasalnya, untuk mengangkut mesin ATM tersebut tidak mungkin hanya seorang. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Didik Haryadi, Rabu (10/8/2011), saat dihubungi wartawan. "Dugannya pelaku lebih dari dua orang," ungkapnya.

Didik bahkan memperkirakan bisa jadi pelaku mencapai empat orang. "Karena tidak mungkin membawa mesin ATM seberat itu hanya satu atau dua orang, bisa jadi empat orang," imbuh Didik.

Menurutnya, para pelaku diduga menguasai medan dan ahli teknologi informasi. Meski muncul banyak dugaan, polisi sampai sekarang belum bisa mengidentifikasi pelaku karena sidik jari yang ada di sekitar ATM rusak serta rekaman CCTV, yang juga rusak.

Saksi yang mengetahui kejadian itu pun tidak ada. Kapolsek Metro Duren Sawit, Komisaris Titik Setyawati, melihat pelaku lihat dan bisa jadi merupakan pelaku lama.

"Kami koordinasi dengan pihak Polda dan Polres, kemungkinan pelakunya pelaku lama yang terkait dengan kasus pembobolan ATM lain," pungkasnya.

Seperti diberitakan, sebuah mesin ATM BNI di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Sabtu (6/8/2011) sekitar pukul 04.30 WIB, dibobol pencuri. Uang tunai senilai Rp 131 juta berhasil dibawa pelaku beserta dengan mesin ATM.

Peristiwa ini bermula saat alat kontrol BNI, yaitu command center, yang mengontrol setiap aktivitas di ATM selama 24 jam, tiba-tiba tidak ada koneksi dari salah satu ATM di Pondok Kelapa tersebut. Setelah pihak BNI mengirim para teknisi, ternyata mesin ATM itu raib.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau