JAKARTA, KOMPAS.com - Rapinya pelaku pencurian mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BNI di Pondok Kelapa, Jakarta Timur beberapa waktu lalu mengundang spekulasi bahwa pelaku berjumlah lebih dari dua orang.
Pasalnya, untuk mengangkut mesin ATM tersebut tidak mungkin hanya seorang. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Humas Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Didik Haryadi, Rabu (10/8/2011), saat dihubungi wartawan. "Dugannya pelaku lebih dari dua orang," ungkapnya.
Didik bahkan memperkirakan bisa jadi pelaku mencapai empat orang. "Karena tidak mungkin membawa mesin ATM seberat itu hanya satu atau dua orang, bisa jadi empat orang," imbuh Didik.
Menurutnya, para pelaku diduga menguasai medan dan ahli teknologi informasi. Meski muncul banyak dugaan, polisi sampai sekarang belum bisa mengidentifikasi pelaku karena sidik jari yang ada di sekitar ATM rusak serta rekaman CCTV, yang juga rusak.
Saksi yang mengetahui kejadian itu pun tidak ada. Kapolsek Metro Duren Sawit, Komisaris Titik Setyawati, melihat pelaku lihat dan bisa jadi merupakan pelaku lama.
"Kami koordinasi dengan pihak Polda dan Polres, kemungkinan pelakunya pelaku lama yang terkait dengan kasus pembobolan ATM lain," pungkasnya.
Seperti diberitakan, sebuah mesin ATM BNI di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Sabtu (6/8/2011) sekitar pukul 04.30 WIB, dibobol pencuri. Uang tunai senilai Rp 131 juta berhasil dibawa pelaku beserta dengan mesin ATM.
Peristiwa ini bermula saat alat kontrol BNI, yaitu command center, yang mengontrol setiap aktivitas di ATM selama 24 jam, tiba-tiba tidak ada koneksi dari salah satu ATM di Pondok Kelapa tersebut. Setelah pihak BNI mengirim para teknisi, ternyata mesin ATM itu raib.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang