YOGYAKARTA, KOMPAS. com — Pemerintah Kota Yogyakarta segera menggelontor 21 ton beras murah. Beras tersebut akan disalurkan di seluruh kecamatan dengan harga Rp 6.100 per kilogram.
"Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X sudah menandatangani surat keputusan penyaluran beras pasar murah Pemkot Yogyakarta sebanyak 21 ton. Rencananya, setiap kecamatan di Kota Yogyakarta akan mendapat jatah sekitar 1 ton," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional DIY Darsono Imam Yuwono, Kamis (11/8/2011), di Yogyakarta.
Untuk menyiapkan pasar murah ini, Bulog telah mengemas beras masing-masing seberat 5 kilogram. Langkah ini untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan beras yang dilakukan pedagang. Harga beras di sejumlah pasar di Yogyakarta saat ini telah menyentuh kisaran di atas Rp 8.500 per kilogram untuk kelas premium. Adapun harga beras paling murah di pasar masih di atas Rp 6.200 per kilogram. Harga ini lebih mahal dibandingkan dengan harga penjualan Bulog.
Karena itu, untuk menekan harga, Pemerintah Provinsi DIY memberikan subsidi sebesar Rp 250 per kilogram. Subsidi ini sebagai ganti biaya operasional, seperti pengemasan, pengangkutan, dan distribusi.
Di Yogyakarta, pemerintah daerah yang telah mengajukan permintaan beras kepada Perum Bulog Divre DIY baru Pemkot Yogyakarta. Sementara itu, empat kabupaten lain, yaitu Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Gunung Kidul, belum mengajukan permohohan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang