"Mudik Asik" buat Pemudik Yamaha

Kompas.com - 11/08/2011, 11:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Yamaha Indonesia menggelar "Mudik Asik" (Aman, Santai, Berkesan) dengan memberangkatkan 1.000 orang menggunakan 20 bus dari markas PT Yamaha Kencana Motor Indonesia (YMKI) di Pulogadung, Jakarta Timur, pada 26 Agustus ini. Rute tujuan mudik terbagi dua, yakni Semarang dan Yogyakarta.

Jumlah peserta kali ini dibatasi sampai 1.000 orang, tidak seperti sebelumnya yang pernah mencapai 3.500 orang pada 2008, dan 2.870 orang pada tahun lalu. Pembatasan itu mengikuti imbauan Menteri Perhubungan dan Dirlantas Polda Metro Jaya agar agen tunggal pemegang merek (ATPM) menyiapkan angkutan khusus motor milik pemudik berupa truk ekspedisi dan fasilitas mudik pakai motor tidak didukung.

Untuk mengangkut 1.000 orang, YKMI menyediakan 20 bus, sedang motornya berjumlah 500 unit diangkut oleh 10 truk. ”Diharapkan dengan adanya fasilitas ini, jumlah kecelakaan yang terjadi selama mudik berkurang. Layanan ini sebagai sarana dan fasilitas yang diberikan secara cuma-cuma oleh Yamaha kepada semua pengguna motor yang mudik,” ungkap Indra Dwi Sunda, PR & Corporate Communication Head Yamaha Indonesia.

Pemudik yang berminat harus mendaftar di 10 dealer di Jakarta dan Bekasi dengan biaya Rp 50.000. Periode pendaftarannya 25 Juli sampai 20 Agustus. Yang tidak mendaftar bisa dapat tiket gratis dengan syarat membeli skutik Mio dari segala varian, dan promosi ini berlaku sampai 15 Agustus. Asyiknya, tiket tersebut boleh dipindahtangankan jika pemiliknya tak jadi mudik.

Dengan mengeluarkan biaya Rp 50.000, pemudik dapat t-shirt, goodybag, snack box, asuransi, servis motor gratis, dan tunjangan hari raya (THR) kagetan berupa hadiah-hadiah yang disediakan Yamaha. Dalam perjalanan menuju tempat tujuan, para peserta juga dimanjakan dengan makanan pembuka puasa gratis dan permainan berhadiah.

Posko Lebaran
Yamaha juga menyediakan 40 bengkel jaga dan 16 posko mudik sejak 25 Agustus sampai 4 September di sepanjang jalur mudik. Bengkel jaga disediakan demi kenyamanan pemudik beserta kendaraannya, jadi tidak perlu khawatir bila sewaktu-waktu ada masalah dengan motornya. Jika tidak bertemu Yamaha Mobile Mechanic, maka konsumen bisa langsung menuju bengkel jaga Yamaha.

Pos jaga disediakan bagi pemudik yang ingin beristirahat melepas lelah, beribadah, ataupun mengecek kondisi kendaraannya. Di pos jaga ini, pemudik dapat menikmati fasilitas berupa service area, spare part area, apparel, dan display area, waiting room area, rest area, parking area, mushala, dan satu lagi fasilitas yang akan memanjakan para pemudik yang kelelahan, yaitu kursi pijat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau