Kejuaraan dunia bulutangkis

Keamanan di Wembley Arena Ditingkatkan

Kompas.com - 11/08/2011, 12:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gencarnya pemberitaan mengenai kerusuhan di London, Inggris, membuat masyarakat, ofisial, dan atlet menjadi cemas akan keselamatan mereka saat menonton atau tampil di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2011.

Terkait hal itu, pihak penyelenggara sudah mengadakan pertemuan dengan tim manajer seluruh negara peserta turnamen. Pertemuan juga dihadiri oleh Referee, sejumlah perwakilan dari BWF (Badminton World Federation) dan pihak Kepolisian Inggris. Mereka memberi penjelasan mengenai situasi terakhir di area Wembley.

"Mereka mengimbau bahwa kita tidak perlu takut, dan sebaiknya tidak terpengaruh dengan pemberitaan yang ada," ujar Hadi Nasri, manajer tim Indonesia yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (11/8/2011).

Menurut Hadi, pemerintah Inggris sangat menjaga keamanan sejumlah warga negara asing yang berpartisipasi pada turnamen ini. Selain menambah jumlah aparat kemanan dan intelijen, penambahan fasilitas shuttle bus, panitia juga menginformasikan bahwa daerah ini sangat dijaga ketat dan terus dipantau lewat CCTV yang tersebar di seluruh penjuru Wembley.

"Mereka juga mengatakan bahwa kita tidak perlu meminta pengawalan atau sejenisnya, karena situasi sejauh ini masih terkendali," tambah Hadi.

Rabu kemarin kerusuhan di Inggris kian membara. Di Birmingham tiga orang Asia di beritakan tewas, dalam kerusuhan dan dikhawatirkan akan meluas karena mencuatkan konflik rasial.

"Ketiga pria itu meninggal di rumah sakit, tempat mereka dibawa untuk dirawat," kata polisi.

Media setempat, yang mengutip keterangan seorang anggota keluarga salah seorang yang tewas, melaporkan bahwa mereka telah tewas dalam serangan rasis. Seorang saksi mata dilaporkan telah mengatakan bahwa tiga mobil yang berisi sejumlah orang berkulit hitam terlihat di daerah tersebut sebelum kecelakaan.

Polisi menyatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat di daerah Winson Green, Birmingham. Seorang pria berusia 32 tahun telah ditangkap. Polisi telah melakukan 109 penangkapan di seluruh West Midlands, di kota Wolverhampton dan kota kecil West Bromwich serta Birmingham, selama kerusuhan yang meluas Selasa malam dan Rabu pagi. Dalam kerusuhan tersebut, toko dijarah, harta dirusak dan mobil dibakar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau