Osama Difilmkan, Republiken Marah

Kompas.com - 11/08/2011, 15:08 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Anggota Kongres AS dari Partai Republik kembali marah-marah kepada pemerintahan Presiden Barack Obama, yang dituduh "membahayakan keamanan nasional" dengan membantu para pembuat film Hollywood memfilmkan kisah perburuan Osama bin Laden.

Peter King, wakil rakyat dari Negara Bagian New York, yang menjabat sebagai Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS, menuntut digelarnya penyelidikan setelah ia curiga ada berbagai informasi rahasia dibocorkan ke pihak Hollywood.

"Saya menulis (surat ini) untuk menyatakan keprihatinan terkait kebocoran informasi rahasia yang sedang terjadi, terkait berbagai operasi militer sensitif," tulis King dalam suratnya kepada inspektur jenderal di Pentagon dan CIA.

Menurut King, membantu pembuatan film tentang penyerbuan yang menewaskan Osama di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei lalu, bisa berujung pada pembocoran rahasia yang lebih besar dan merusak reputasi lembaga-lembaga yang terlibat dalam serangan itu.

Perusahaan film raksasa Hollywood, Columbia Pictures, telah memenangkan hak distribusi film tentang perburuan Osama ini di wilayah Amerika. Menurut rencana, film tersebut akan digarap duet pembuat film terbaik Oscar tahun lalu, Hurt Locker, yakni sutradara Kathryn Bigelow dan penulis skenario Mark Boal.

Boal bahkan dikabarkan sempat menghadiri upacara khusus di CIA yang digelar untuk menghormati tim Navy SEALs yang menyerbu dan menewaskan Osama di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei lalu.

Pihak Pentagon mengakui telah mengadakan diskusi awal dengan Bigelow dan Boal tentang film ini.

"Sudah menjadi kebiasaan (bagi kami) untuk memberikan bantuan kepada para pembuat film yang sudah mapan dalam bentuk informasi teknis, dan berbagai hal yang terkait dengan riset skenario," ungkap Phil Strub, Direktor Media Hiburan Pentagon, yang bertugas menjembatani kerja sama antara Pentagon dan Hollywood.

Departemen Pertahanan AS sudah sering memberi akses kepada para pembuat film untuk bisa masuk ke pangkalan militer atau memanfaatkan alat-alat utama sistem persenjataan, seperti kapal perang atau pesawat tempur. Pentagon akan memberi akses itu setelah menyetujui isi skenario dan bagaimana si pembuat film akan memotret militer dan para prajurit AS dalam filmnya.

Gedung Putih menyebut kemarahan King itu konyol, karena para pejabat pemerintahan AS sudah biasa memberi keterangan kepada para pembuat film demi akurasi cerita, tanpa membuka informasi yang sensitif dan rahasia.

"Kami tidak membahas informasi yang dirahasiakan. Dan saya berharap, karena kita masih terus menghadapi ancaman terorisme, agar Komite Keamanan Dalam Negeri DPR membahas topik yang lebih penting daripada membicarakan film," tandas Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney.

King rupanya khawatir bahwa film itu akan digunakan Obama untuk mendongkrak citra menjelang pemilihan presiden AS tahun depan. King mengutip artikel yang ditulis Maureen Dowd di New York Times beberapa hari lalu, yang intinya menuduh pemerintahan Obama memberi akses khusus kepada para pembuat film tentang operasi paling rahasia dalam sejarah agar nantinya film itu bisa mendukung citra Obama dalam kampanye.

Dowd menulis, film tersebut akan mulai diputar pada Oktober 2012, atau sebulan sebelum pemilihan presiden berlangsung.

Bigelow, yang menjadi perempuan pertama pemenang Oscar untuk kategori sutradara terbaik melalui film yang memotret kehidupan prajurit AS di Irak, diketahui sudah memulai proses pembuatan film tentang perburuan Osama sebelum pasukan Navy SEAL membunuh pemimpin Al Qaeda itu.

Ia pada awalnya akan fokus pada kisah pelarian Osama menghindari kejaran pasukan AS di pegunungan Tora Bora tahun 2001. Menurut Strub, Bigelow sempat bertemu dengan Michael Vickers, asisten menteri pertahanan AS bidang intelijen, yang memaparkan berbagai hal seputar operasi perburuan Osama. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau