Di Semarang, Ada Rusunawa Dibangun di Tanah Bengkok

Kompas.com - 11/08/2011, 15:11 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) terus tumbuh di Kota Semarang. Tahun ini direncanakan ada satu tower dibangun di daerah Karangroto, Kecamatan Genuk.

"Rencananya akan ada empat tower rusunawa yang akan dibangun di Kelurahan Karangroto dan Kelurahan Kudu (Kecamatan Genuk)," kata Kepala Bidang Perumahan Dinas Tata Kota dan Perumahan, Moch Agus Rohmatullah, di Semarang, Kamis (11/8/2011).

Ia mengatakan, pembangunan rusunawa tersebut dibiayai oleh Kementerian Perumahan Rakyat dan Pemkot Semarang hanya bertugas menyediakan lahan siap bangun. Lahan pembangunan rusunawa tersebut masing-masing satu tower berukuran 1.200 meter persegi, sementara untuk 2011 Pemkot Semarang baru mampu menyiapkan lahan untuk pembangunan satu tower, yakni di Kelurahan Karangroto.

"Jadi, lahan yang kami gunakan tanah bengkok. Kami telah melakukan pengurukan lahan agar tempatnya dapat langsung dibangun," katanya.

Untuk pembangunan total empat tower rusunawa di Kota Semarang tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2015, karena untuk lahan pembangunan tower kedua rusunawa baru tersedia tahun 2012. Pemilihan tempat pembangunan rusunawa banyak dipilih di daerah pengembangan atau pinggiran (di kawasan Semarang Timur).

Terkait dengan tujuh tower rusunawa di daerah Kaligawe, lanjut M Agus Rohmatullah, empat tower A, B, C, dan D di antaranya, ditargetkan akan terisi tahun depan. Pembangunan rusunawa, lanjut dia menjadi salah satu solusi penanganan kawasan kumuh yang ada di Kota Semarang.

"Warga yang tinggal di kawasan kumuh (ilegal) seperti tinggal di atas bantaran sungai atau tanah milik PT Kereta Api direlokasi ke rusunawa. Sementara untuk yang legal rumah warga akan dibedah masuk dalam program bedah rumah," katanya.

Di Semarang terdapat enam kelurahan di dua kecamatan yang masuk kategori kawasan kumuh yakni Kelurahan Mlatiharjo, Kemijen, dan Rejomulyo (Kecamatan Semarang Timur).

"Sementara kelurahan di Kecamatan Semarang Utara yang masuk kawasan kumuh di antaranya Kelurahan Kuningan dan Kelurahan Tanjungmas," katanya.

Tidak hanya menangani kawasan kumuh di dua kecamatan tersebut, Pemkot Semarang juga menganggarkan Rp 350 juta untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di kawasan kumuh perumahan nelayan (di Kecamatan Tugu dan Kecamatan Semarang Utara).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau