JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal transparansi internasional Indonesia, Teten Masduki, menegaskan, proses pemulangan anggota DPR dari Partai Demokrat, Mohammad Nazaruddin, dari Bogota, Kolombia, harus transparan guna menghindari kecurigaan masyarakat.
Dikhawatirkan bisa terjadi proses intervensi terhadap Nazaruddin dalam perjalanan pulang ke Tanah Air.
Teten mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/8/2011), proses transparansi itu bisa diwujudkan dengan mengikutkan media yang sudah berada di Bogota atas biaya media yang bersangkutan. "Jadi agak mencurigakan kalau kemudian media dilarang satu pesawat dengan Nazaruddin," kata Teten.
Kini, menurut Teten, masyarakat menantikan apakah Nazaruddin akan bicara seperti ketika dia berada di pelarian atau justru berbeda sama sekali.
"Agar tidak menimbulkan kerurigaan, KPK seharusnya ikut mengawal dan sejauh mungkin proses itu terbuka." kata Teten.
Teten menegaskan, bisa saja apa yang dikatakan Nazaruddin di pelarian bohong atau bisa juga Nazaruddin dikondisikan untuk tidak biacara apa adanya. "Transparansi menjadi penting," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang