JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan IHSG Bursa Efek Jakarta pada perdagangan Kamis (11/8/2011) ditutup hanya menguat tipis sebesar 5,79 poin atau 0,14 persen menjadi 3.869,37.
Indeks LQ 45 yang memuat 45 saham terlikuid naik tipis 1,05 poin atau 0,15 persen menjadi 686,29. Sementara indeks Kompas100 naik 0,95 poin menjadi 882,4. . Rumor soal pemangkasan peringkat Perancis tampaknya sudah tidak terlalu dihiraukan lagi.
Dana investor asing masih mengalir ke luar, bahkan lebih deras dibandingkan dengan perdagangan kemarin. Hari ini, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 686,634 persen.
Pasar saham Asia akhirnya ditutup bervariasi, menguat atau menguat tipis setelah pada awal perdagangan sempat tertekan. Indeks S&P Australia ditutup mendatar saja, minus 0,01 persen menjadi 4.140,80. Pada awal perdagangan sempat tertekan 1,5 persen. Indeks Kospi Korea akhirnya bangkit menjadi positif 0,62 persen setelah turun hingga 4 persen pada pembukaan perdagangan. Indeks Nikkei Jepang turun tipis 0,62 persen. Indeks Hangseng Hongkong melemah 0,95 persen.
Pasar saham Eropa dibuka langsung menguat. Para investor rupanya sudah mengabaikan rumor soal penurunan peringkat Perancis dan beban obligasi Yunani pada perbankan Perancis. "Tidak ada hal penting yang berasal dari Perancis. Pasar akan tetap bergejolak, tetapi tampaknya hanya ada sedikit alasan untuk menjadi negatif," ujar analis dari Lloyds Bank.
Beberapa saat setelah dibuka, indeks FTSE London naik 1,84 persen, CAC Perancis naik 2,27 persen setelah turun 5,45 persen kemarin, DAX Jerman menguat 2,7 persen.
Saham bank terbesar kedua di Perancis, Sociale Generale langsung naik 7 persen setelah suspensinya dibuka. Kemarin, saham Socgen terpuruk hingga 20 persen pada pertengahan perdagangan karena rumor soal kepemilikan obligasi Yunani di bank tersebut. CEO Socgen Frederic Oudea meminta otoritas pasar modal Perancis menyelidiki dari mana asalnya rumor tersebut.
"Tampaknya pasar akan membaik. Spekulasi seputar Societe Generale sudah menghantam sektor perbankan Eropa. Awalnya berasal dari rumor bahwa Perancis akan kehilangan peringkat AAA. Konfirmasi dari semua lembaga pemeringkat tidak menghentikan penjualan saham. Sekarang rumor yang berkembang adalah perbankan Perancis menjual cadangan emasnya untuk mengatasi krisis saat ini," ujar Will Hedden analis dari IG Index. (joe)