Penyalahgunaan paspor

Syarifuddin Belum Bisa Ditemui Wartawan

Kompas.com - 11/08/2011, 16:44 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Syarifuddin belum bersedia menemui wartawan lantaran masih beristirahat setelah dua hari menjalani pemeriksaan di markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Dia dikabarkan sedang berada di rumah pamannya, Yunus Rasyid, di Jalan Garu I Gang Jadi, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Medan Amplas.

"Dia masih perlu istirahat di Jalan Garu. Nanti kalau Syarifuddin sudah bangun, saya kabari Anda," kata salah satu pengacara Syaraifuddin, Abdul Hadi di Medan, Kamis (11/8/2011).

Kepala Lingkungan di Rumah Yunus Rasid, Sumono, mengatakan, Syarifuddin sedang tidur dan tak bisa diganggu. Dia sendiri belum bisa meminta keterangan kepada syarifuddin mengenai kasus yang membelitnya. "Mungkin nanti menjelang buka puasa dia bangun," kata Sumono di rumah Yunus.

Sementara itu, pembantu rumah tangga Yunus, Qomariyah, memberi penjelasan berbeda. Katanya, Syarifuddin tidak ada di rumah.

Rumah itu sendiri berpagar besi setinggi 2,5 meter dan pintunya selalau digembok. Selain Qomariyah dan Sumono, tampak seorang pemuda berbadan subur. Kata Sumono, itu adik Syarifuddin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau