Nazaruddin tertangkap

Ibas: Tak Ada Aliran Dana ke Demokrat

Kompas.com - 11/08/2011, 17:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono mengungkapkan bahwa partainya tak pernah sekalipun menerima aliran dana ilegal seperti yang diungkapkan Nazaruddin.

Ia juga membantah Demokrat mendapat aliran dana dari perusahaan Nazaruddin, seperti yang dinyatakan oleh Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis.

"Tidak benar ada aliran apapun pada kami sendiri, sebagaimana tuduhan-tuduhan dan juga dugaan yang selama ini dikatakan saudara Nazaruddin," tegas pria yang akrab dipanggil Ibas itu di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (11/8/2011).

Ia juga mengungkapkan pihaknya meminta kasus Nazaruddin diselesaikan secara transparan, agar pernyataan Nazaruddin yang dibuktikan pada penegak hukum, juga bisa diketahui publik.

"Kami menginginkan kepada penegak hukum, apakah itu, kepolisian, KPK dan kejaksaan nantinya penyelesaian kasus ini transparan, bersih dan benar-benar terbuka. Agar fitnah-fitnah yang dikemukakan didepan publik bisa terjawab," tukasnya.

Seperti yang diketahui, salah satu tuduhan mengenai aliran dana ke Demokrat diungkapkan melalui pernyataan Yulianis saat menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus suap wisma atlet Mindo Rosalina Manulang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/8/2011).

Rosa sendiri merupakan bawahan Nazaruddin di PT Anak Negeri. Namun, itu telah dibantah Nazaruddin. "Uangnya ngalir ke Demokrat, ada. Saya keluarkan dua kali untuk partai, 400.000 (dollar AS) dan Rp 1 miliar," kata Yulianis.

Namun, Yulianis mengatakan, uang yang ditujukan kepada Partai Demokrat tersebut telah dikembalikan ke kas Grup Permai. "Itu dikembalikan lagi, ada tanda terimanya," ujar Yulianis.

Sementara terkait kasus suap wisma atlet, sebelumnya Yulianis mengungkapkan, Grup Permai mengeluarkan Rp 16 miliar untuk mendapatkan proyek tersebut.

Uang itu mengalir ke DPR, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, serta panitia wisma atlet di daerah. Menurutnya, uang untuk DPR sebesar 5 persen dari uang muka proyek Rp 33 miliar dialirkan demi "mengawal" penganggaran proyek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau