Penganiayaan di kelapa gading

Pelaku Bawa Kabur Martil

Kompas.com - 12/08/2011, 13:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi hingga kini masih mencari barang bukti martil yang diduga dijadikan alat untuk menghantam kepala tiga korban penganiayaan di sebuah rumah di Jalan Gading Elok Utara Raya, Blok FA-2 Nomor 4 RT 15 RW 11, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (12/8/2011) pagi. Martil itu diduga dibawa lari pelaku.

Hal ini disampaikan oleh Kapolsek Metro Kelapa Gading, Komisaris Doni Adityawarman saat dihubungi wartawan, Jumat siang. "Belum ada barang bukti yang kami amankan," ujar Doni.

Salah seorang saksi mata, yakni tukang bangunan yang sempat berpapasan dengan pelaku saat melarikan diri, melihat martil tersebut turut dibawa lari pelaku. "Kata tukang bangunan yang sempat melihat pelaku, martil itu dibawa," kata Doni.

Polisi kini tengah memburu pelaku perampokan di rumah tersebut. Seluruh petugas kepolisian bersama warga mengamankan perumahan di dekat TKP secara ketat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi. Saat itu, dua orang pelaku (sebelumnya disebut satu orang) masuk dari lantai 2 rumah milik Gunadi atau Adi (70) yang tidak terkunci.

Ketika pelaku masuk, seorang pembantu rumah tangga bernama Susanti (25), yang sedang memasak di lantai bawah, mendengar suara dari lantai 2. Susanti kemudian ke atas dan sudah ada dua orang pelaku. Pelaku langsung menghantam kepala korban dengan martil hingga korban tersungkur di tempat.

Saat Susanti bangun, pelaku sudah menuju ke lantai bawah dan menghantam dua orang lainnya yakni Gunadi dan Jauriah (40). Susanti kemudian kabur melalui atap rumah dan meminta pertolongan warga. Pada saat itu, pelaku juga sudah melarikan diri melalui atap rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau