Nazar tertangkap

Insya Allah, Tak Ada Intervensi

Kompas.com - 12/08/2011, 14:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menjamin bahwa pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011, M Nazaruddin, terbebas  intervensi dari pihak mana pun. Sebelumnya, Nazaruddin menuding sejumlah politisi yang turut terlibat dalam kasus dugaan suap tersebut, seperti Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Sekretaris Jenderal PD Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.

"Insya Allah tidak ada intervensi," kata Djoko kepada para wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (12/8/2011). Djoko mengaku telah berpesan kepada Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo dan Komisi Pemberantasan Korupsi agar menangani kasus Nazaruddin secara transparan dan akuntabel.

Hal senada disampaikan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, Jumat. Julian mengatakan, Presiden telah menegaskan agar proses hukum terhadap mantan Bendahara Umum PD itu dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Secara terpisah, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi menyatakan, KPK akan menjadi pihak yang pertama kali memeriksa Nazaruddin. "Pasti KPK yang pertama, karena dia (Nazaruddin) buronan KPK," ujar Johan.

KPK juga akan menentukan di mana mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu akan ditahan. Namun, Johan belum dapat memastikan apakah setibanya di Jakarta Nazaruddin langsung di gelandang ke Gedung KPK atau tidak. "Teknisnya, belum tahu," ucap Johan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau