KPK Penanggung Jawab Nazaruddin

Kompas.com - 12/08/2011, 14:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban menyatakan siap jika diminta melindungi Muhammad Nazaruddin. Namun, penanggung jawab utama perlindungan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu jika sudah tiba di Indonesia, hingga sekarang masih ada di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kami siap jika diminta ikut melindungi Nazaruddin. Namun, kewenangan persoalan ini ada di KPK karena dia menjadi tersangka kasus di KPK," kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai, Jumat (12/8/2011) di Jakarta.

Semendawai menuturkan, jika kelak LPSK diminta ikut melindungi Nazaruddin, maka dalam konteks dia sebagai saksi atas sejumlah persoalan yang belakangan ini dia tudingkan.

Selama di luar negeri, Nazaruddin antara lain menuding Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terlibat dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet untuk SEA GAMES di Palembang. Dalam kasus ini, Nazaruddin sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Nazaruddin juga menuding Anas menggunakan politik uang saat memenangkan perebutan Ketua Umum Partai Demokrat di kongres partai itu, Mei 2010. Turut dituding Nazaruddin, sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat seperti Ketua Komisi III DPR Benny K Harman, Angelina Sondakh, dan Mirwan Amir.

Jika melihat isi tudingan Nazaruddin, Semendawai menilai, dia perlu mendapat perlindungan ekstra ketat. Pasalnya, kasus yang dia tudingkan, bukan persoalan biasa. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau