Polisi Periksa Rumah Paman Nazaruddin

Kompas.com - 13/08/2011, 00:04 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Sumatera Utara memeriksa rumah Yunus Rasyid yang merupakan paman mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games Palembang.      

Seusai berbuka puasa bersama unsur Muspida Sumut di Medan, Jumat (12/8/2011) malam, Kapolda Irjen Wisnu Amat Sastro mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan karena rumah di Jalan Garu I Medan itu disebutkan sebagai tempat hilangnya paspor yang digunakan Nazaruddin.      

Informasi itu didapatkan dari proses pemeriksaan terhadap Syarifuddin yang namanya tercantum dalam paspor yang digunakan Nazaruddin tersebut. "Tim ke rumah Yunus Rasyid untuk mengetahui TKP di mana hilangnya paspor Syarifuddin sesuai dengan keterangannya saat diperiksa tim penyidik," katanya. 

Menurut Kapolda, pihak kepolisian juga akan mendatangi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) yang merupakan tempat Syarifuddin bekerja. Di perguruan tinggi swasta itu, pihak kepolisian ingin mengetahui izin Yayasan UISU serta alasan Syarifuddin sering bepergian ke luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Apakah keberangkatannya yang begitu lama ada izin dari yayasan," katanya.

Ia menambahkan, meski Syarifuddin masih berstatus saksi dan telah dilepaskan, proses pemeriksaan terhadapnya tidak dihentikan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan Syarifuddin dan Yunus Rasyid selaku paman Nazaruddin akan terseret dalam kasus tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau