Korupsi wisma atlet

KPK Bidik Angelina Sondakh dan I Wayan Koster

Kompas.com - 13/08/2011, 02:28 WIB

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi mulai membidik tersangka baru terkait kasus suap ke Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam terkait pembangunan wisma atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang. Meski tersangka baru nantinya tidak dijerat kasus suap Sesmenpora, KPK memastikan, kasus masih terkait dengan pembangunan wisma atlet SEA Games.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto saat ditanya wartawan tentang status anggota Badan Anggaran DPR, Angelina Sondakh (Fraksi Partai Demokrat) dan I Wayan Koster (PDI-P), mengatakan, ”Tunggu saja tanggal mainnya!”

Nama Angelina dan Wayan disebut sebagai penerima dana Grup Permai, perusahaan milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, dalam sidang suap Sesmenpora dengan tersangka Mindo Rosalina Manulang. Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai yang juga bekas orang kepercayaan Nazaruddin, Yulianis, mengungkapkan, Angelina dan Wayan menerima uang dari perusahaannya. Grup Permai mengeluarkan uang Rp 16 miliar agar bisa mendapatkan proyek wisma atlet SEA Games. Selanjutnya, Grup Permai menyerahkan proyek tersebut kepada PT Duta Graha Indah. Rosalina merupakan orang kepercayaan Nazaruddin yang menjadi penghubung dengan sejumlah anggota DPR.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, semua pengakuan di persidangan akan didalami KPK. Menurut Johan, saat ini, KPK baru mendalami kasus suap Sesmenpora. Namun, tidak menutup kemungkinan penyidikan KPK melebar ke mana-mana.

Sebelumnya, terkait berbagai tudingan Nazaruddin terhadap dirinya, Angelina mengatakan hal itu merupakan kebohongan belaka. ”Kita serahkan semuanya ke KPK,” kata Angelina.

Secara terpisah, Wayan mengatakan siap bila KPK memeriksa dirinya. Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo mengungkapkan telah tiga kali memanggil Wayan. ”Wayan sudah tiga kali kami panggil dan dia clear,” katanya. (BIL/NWO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau