JAKARTA, KOMPAS.com — Pesawat sewaan yang membawa buronan kasus dugaan suap proyek pembangunan wisma atlet di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Muhammad Nazaruddin, dipastikan akan mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi ketika dimintai konfirmasi di Jakarta, Sabtu (13/8/2011).
"Di Halim, kok. Sudah pasti di Halim. Paling cepat jam dua siang. Itu paling cepat, ya," kata Johan saat ditanya tentang kepastian bandara yang akan didarati pesawat sewaan yang mengangkut Nazaruddin.
Sebelumnya, kabar simpang siur beredar di kalangan wartawan tentang bandara yang akan digunakan untuk pendaratan pesawat yang membawa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut dari Bogota, Kolombia. Ada informasi yang menyebutkan, pesawat akan mendarat di Bandara Pondok Cabe, Jakarta Selatan. Informasi lain, pesawat akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, atau di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Johan Budi mengatakan, KPK menyiapkan tim untuk menjemput Nazaruddin di Halim Perdanakusuma. Namun, ia tidak dapat menyebutkan jumlah penyidik yang bertugas.
"Polri memang memimpin pemulangan ini. Jadi, wajar kalau Polri menurunkan banyak personel. Mereka, kan, juga bertanggung jawab atas keamanan Nazaruddin," ujar Johan.
Ia menjelaskan, tim gabungan untuk memulangkan Nazaruddin berasal dari KPK, Ditjen Imigrasi, Polri, dan Kementerian Luar Negeri. Yang berada dalam pesawat dari KPK, Polri, dan Imigrasi.
Setiba di Indonesia, menurut rencana, Nazaruddin akan langsung dibawa ke Gedung KPK. Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto menyampaikan hal itu, Jumat. KPK akan menjadi pihak pertama yang memeriksa Nazaruddin.
Nazaruddin diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat carter dari Bandara El Dorado, Bogota, Kamis sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau Jumat pagi WIB. Ia diperkirakan tiba di Jakarta hari ini. Perjalanan Jakarta-Bogota memakan waktu 28-30 jam.
KPK mengeluarkan biaya Rp 4 miliar untuk menjamin keamanan Nazaruddin. Biaya tersebut tidak hanya untuk menyewa pesawat, tetapi secara keseluruhan, mulai dari keberangkatan tim penjemput hingga pemulangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang