National basketball league

GMC Tak Mau Jadi Juru Kunci

Kompas.com - 13/08/2011, 16:35 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Klub anyar yang baru masuk liga basket terbesar di Indonesia, NSH GMC Riau, mulai mempersiapkan diri berlaga di NBL musim yang akan datang. Mereka bertekad meraih hasil terbaik untuk mewujudkan target yang dianggap realistis, yaitu tidak menjadi juru kunci.

Bagi GMC, bermain di liga tertinggi adalah hal yang baru. Tetapi, tim yang dihuni pemain-pemain muda ini justru ingin unjuk gigi. Walau demikian, manajer GMC Yusuf Arlan tidak mau memasang target muluk.

"Untuk musim perdana, kami tidak mau menjadi juru kunci. Karenanya, kami akan berusaha sebaik mungkin," ujarnya saat melatih tim di Gelangang Remaja Jakarta Utara, Sabtu (13/8/11).

Nah, untuk mewujudkan target itu, GMC sudah mempersiapkan agen untuk ikut pertandingan pra-musim di Malang. "Sekarang ini, kami sedang fokus melatih pertahanan dan transisi," ujar asisten pelatih GMC, Ganto Andiko.

Meskipun masih muda, para pemain GMC sudah menunjukkan potensi mereka untuk bersaing di level tertinggi. Berdasarkan pantauan Kompas.com, para pemain bermain sangat cepat. Semua pola yang diberikan oleh Ganto dan Sulaeman mereka coba laksanakan sebaik mungkin. Bola mengalir dari satu sisi lapangan menuju sisi lapangan yang lain dan pergerakan para pebasket ini tidak bisa diremehkan oleh klub yang sudah berlaga di NBL musim lalu.

Meski demikian, Arlan mengungkapkan bahwa berlaga di NBL memang berat. Pasalnya, tidak ada pemain senior yang pernah merasakan hawa NBL dan bermain di GMC. "Pemain kami rata-rata berusia sangat muda (usia di bawah 25 tahun). Belum ada pengalaman bertanding di liga besar seperti NBL," ujar Ganto.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau