JAKARTA, Kompas.com - Klub anyar yang baru masuk liga basket terbesar di Indonesia, NSH GMC Riau, mulai mempersiapkan diri berlaga di NBL musim yang akan datang. Mereka bertekad meraih hasil terbaik untuk mewujudkan target yang dianggap realistis, yaitu tidak menjadi juru kunci.
Bagi GMC, bermain di liga tertinggi adalah hal yang baru. Tetapi, tim yang dihuni pemain-pemain muda ini justru ingin unjuk gigi. Walau demikian, manajer GMC Yusuf Arlan tidak mau memasang target muluk.
"Untuk musim perdana, kami tidak mau menjadi juru kunci. Karenanya, kami akan berusaha sebaik mungkin," ujarnya saat melatih tim di Gelangang Remaja Jakarta Utara, Sabtu (13/8/11).
Nah, untuk mewujudkan target itu, GMC sudah mempersiapkan agen untuk ikut pertandingan pra-musim di Malang. "Sekarang ini, kami sedang fokus melatih pertahanan dan transisi," ujar asisten pelatih GMC, Ganto Andiko.
Meskipun masih muda, para pemain GMC sudah menunjukkan potensi mereka untuk bersaing di level tertinggi. Berdasarkan pantauan Kompas.com, para pemain bermain sangat cepat. Semua pola yang diberikan oleh Ganto dan Sulaeman mereka coba laksanakan sebaik mungkin. Bola mengalir dari satu sisi lapangan menuju sisi lapangan yang lain dan pergerakan para pebasket ini tidak bisa diremehkan oleh klub yang sudah berlaga di NBL musim lalu.
Meski demikian, Arlan mengungkapkan bahwa berlaga di NBL memang berat. Pasalnya, tidak ada pemain senior yang pernah merasakan hawa NBL dan bermain di GMC. "Pemain kami rata-rata berusia sangat muda (usia di bawah 25 tahun). Belum ada pengalaman bertanding di liga besar seperti NBL," ujar Ganto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang