KOMPAS.com - Perancis tergempur rumor sebagai sasaran penurunan peringkat utang berikutnya. Peringkat utang Perancis kini masih AAA. Societe Generale, bank kedua terbesar Perancis, juga diserang rumor kesulitan keuangan akibat eksposur kredit besar ke Yunani.
Hal ini memaksa Presiden Nicolas Sarkozy menghentikan liburan musim panas dan meminta Kementerian Keuangan dan Kementerian Anggaran segera menyusun program penghematan pengeluaran pemerintah.
Masalah defisit anggaran pemerintah yang melampaui batas aman, yakni maksimum 3 persen dari produksi domestik bruto (PDB), menjadi salah satu penyebab kekhawatiran pasar.
Demikian juga Italia, Perdana Menteri Silvio Berlusconi, mendadak gencar berbicara soal penurunan defisit anggaran pemerintah. Berlusconi juga berbicara dengan kalangan pengusasaha soal perlunya pengadaan penerimaan 20 miliar euro dari pajak.
Kepada kalangan serikat buruh Italia, Berlusconi juga mencoba melakukan pendekatan, dengan pesan bahwa penurunan pengeluaran pemerintah mungkin akan mengorbankan kemakmuran para pekerja.
Ini adalah antisipasi agar tidak ada protes dari para buruh meski tidak ada jaminan soal itu. Hal seperti ini tidak terlihat ketika peringatan dini muncul, yakni sebuah sinyal di pasar bahwa zona euro perlu melakukan reformasi ekonomi, terutama penurunan beban utang.
Dua raksasa Uni Eropa ini bahkan hanya sibuk menekan Yunani untuk melakukan penyehatan ekonomi ketika Yunani dihajar pasar, juga akibat kebangkrutan keuangan negara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang