Abi: Demi Gabung PSSI, LPI Dihentikan

Kompas.com - 13/08/2011, 21:53 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Juru bicara Liga Primer Indonesia (LPI), Abi Hasantoso, mengindikasikan bahwa putaran kedua LPI tak akan digelar. Abi mengatakan, klub LPI akan mengikuti kompetisi PSSI yang akan digelar 8 Oktober nanti. Jadwal ini tentu bentrok dengan putaran kedua LPI yang direncanakan pada 17 September.

"LPI hanya mengikuti perintah dari PSSI karena sudah di bawah naungan PSSI. PSSI 'kan meminta semua klub untuk diverifikasi agar bisa mengikuti kompetisi musim depan dan kami akan mengikuti proses tersebut. Klub LPI akan ikut kompetisi PSSI, jadi bisa dibilang putaran kedua tidak akan digelar," jelas Abi ketika dihubungi wartawan, Sabtu (13/8/2011).

Soal merger antara klub LPI dan Indonesia Super League (ISL), Abi mengatakan, hal itu justru menguntungkan kedua belah pihak. "Kalau merger, kedua belah pihak akan saling diuntungkan. LPI 'kan sudah legal dan punya modal, tapi kami masih butuh dukungan," ujarnya.

Abi sendiri menilai, pengesahan status klub LPI sebagai anggota PSSI bisa dilakukan oleh Komite Eksekutif PSSI saat ini. Namun, menurut Koordinator Kompetisi, Sihar Sitorus, klub LPI belum bisa dianggap anggota PSSI karena belum disahkan oleh kongres.

"LPI sudah diakui oleh KN (Komite Normalisasi), jadi tinggal disahkan oleh Komite Eksekutif. Intinya, kami akan mengikuti seluruh aturan yang ada," kata Abi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau