Demi Sepatu, Ussy ke Pejagalan Hewan

Kompas.com - 14/08/2011, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Belum genap sebulan penyanyi Ussy Sulistiawaty menggeluti bisnis sepatu berhak tinggi (high heel shoes) yang dirintisnya bersama artis peran Andhika Pratama, sang kekasih. Demi menjaga kualitas sepatu itu, Ussy ikut mencari kulit yang bagus di pejagalan kambing dan sapi.

Ussy mengungkapkan, ia dan Andhika baru memulai usaha sepatu itu awal Ramadhan ini. Bisnis tersebut akan diluncurkan oleh mereka Oktober 2011.

Diceritakan oleh Ussy, bisnis sepatu itu dijalaninya berangkat dari keluhannya tak bisa mengenakan sepatu berhak tinggi. "Ke mana-mana pasti pakai sepatu teplek (flat shoes), karena, kalau enggak, kaki saya bisa sakit atau pegal," tuturnya.

Dari keluhannya itu, Ussy akhirnya mendesain khusus sepatu berhak tinggi. "Akhirnya, aku cari tukang yang bisa gambar sepatu, karena aku cuma bisa mendeskripsikan, tapi enggak bisa menggambar. Setelah jadi, sepatunya kok enak ya. Ya sudah, aku langsung pesan yang (berhak) 17 cm dan depannya lima cm," tuturnya lagi.

Tak disangka, sepatu rancangannya justru disukai banyak orang. "Pas aku pakai, orang bilang, 'Beli di mana?' Akhirnya, aku pesanin buat teman-teman," kisahnya.

Dari situ Ussy mengendus peluang untuk menjalani usaha sepatu rancangannya. "Tukang yang ngerjainnya itu dari kenalan temanku. Dia aku ajak kerja sama. Akhirnya, bikin PT Azzharah Megah Pratama. Butiknya ada di Ahmad Dahlan (KH Ahmad Dahlan, Jakarta)," terangnya.

Hasilnya, kata janda beranak satu ini, sepatu rancangannya laku 400 pasang dalam waktu tiga minggu.

Dalam berbisnis sepatu, aku Ussy, ia  terjun langsung untuk mengontrol kualitas produk. "Nyemplung benar, sampai ke tukang kulit, ke pejagalan sapi dan kambing. Aku sampai digigitin nyamuk tuh di situ. Soalnya, bahannya kalau ambil di Pulo Gadung (Jakarta) bisa murah, tapi hasilnya jelek. Makanya, kisaran harga (sepasang sepatu) kalau bukan kulit asli paling mahal Rp 800 ribu, kalau kulit asli Rp 1,5 juta," paparnya.

Ussy tak menampik bahwa usahanya itu  merupakan salah satu upaya ia dan Andhika mengumpulkan uang untuk pernikahan mereka pada 2012. "Alhamdulillah, binis ini jadi usaha buat ke arah situ," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau