JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap dalam pembangunan wisma atlet SEA Games 2011, OC Kaligis, mempertanyakan langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang menggelar barang bukti isi tas bersegel kliennya. Ia menilai, seharusnya Nazaruddin ikut hadir ketika tas barang bukti tersebut dibuka.
"Nazar tidak dilibatkan, padahal dalam Pasal 129 KUHAP penyidik harus memperlihatkan benda yang akan disita, kepada keluarganya. Jadi nanti mereka bisa dimintai keterangan benda itu," ujar Kaligis di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Minggu (14/8/2011).
Minggu dini hari tadi, tim penjemput Nazaruddin yang dipimpin Brigjen Anas Yusuf membeberkan isi tas milik M Nazaruddin yang sempat dititipkan kepada Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Michael Menufandu. Tim membuka tas tersegel itu di hadapan publik dalam jumpa pers yang berlangsung di gedung KPK.
Kaligis mengatakan, jika Nazaruddin tidak dilibatkan dalam pembukaan tas barang bukti tersebut, intervensi pihak luar bisa saja terjadi. "Kemarin yang punya benda saja tidak diperlihatkan. Itu kalau diganti-ganti bagaimana," kata Kaligis.
Adapun isi tas Nazaruddin yang akan menjadi sejumlah alat bukti penyidikan itu adalah 1 buah BlackBerry Torch warna hitam tanpa tutup belakang lengkap dengan Micro SD merk Sandisk 4 GB dan kartu SIM Movistar (dari operator seluler Amerika Latin). Satu unit BlackBerry Bold 9700, tanpa tutup belakang, lengkap dengan Micro SD 2 GB, 1 unit Nokia C5 silver dengan kartu SIM Viettel (operator seluler dari Vietnam), dan 1 unit Nokia E7 warna hitam.
Ada juga satu flashdisk Sony Vaio 4GB warna hitam, 1 buah power chrystal merek MiLi beserta kabel datanya, 1 buah jam tangan hitam merek Patek Philipe yang kaca depannya pecah, 1 charger BlackBerry warna hitam, 1 tiket elektronik atas nama Syarifuddin dari Cartagena menuju Bogota, dan 5 lembar kartu nama.
Dalam tas dijumpai pula dua gepok uang. Gepok pertama dengan ikatan bertuliskan Bank BCA berupa pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Bundel kedua diikat kertas putih dalam pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Total uang 20.000 dollar AS. Selain itu, ada dompet coklat Louis Vuitton berisi lima lembar pecahan 100 dollar AS, dua lembar pecahan 50 dollar AS, 8 lembar pecahan 10 dollar AS, dan empat lembar pecahan 50.000 peso Kolombia.
Seperti diberitakan, Nazaruddin tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (13/8/2011) sekitar pukul 19.51 WIB. Setelah itu mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut langsung menuju Mako Brimob untuk menjalani tes kesehatan, dan kemudian menjalani pemeriksaan di KPK. Ia kembali ke Mako Brimob pada Minggu sekitar pukul 01.15 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang