Penyalur kur baru

BNI Syariah Jadi Penyalur KUR

Kompas.com - 14/08/2011, 21:04 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Pemerintah akan menambah jajaran perbankan yang ditunjuk sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 32 bank menjadi 33 bank.

Ini dimungkinkan karena Kementerian Koordinator Perekonomian tengah mematangkan proses masuknya BNI Syariah, sebagai salah satu bank penyalur KUR yang baru.

"Kami harap ini akan dimatangkan kembali dalam satu kali pertemuan lagi. Setelah itu, kami tinggal menunggu persetujuan Menteri Koordinator Perekonomian, maka BNI Syariah resmi menjadi penyalur KUR," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro, Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Erlangga Mantik di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (14/8/2011).

Menurut Erlangga, selama ini, ada 26 bank pembangunan daerah (BPD) yang dipilih sebagai penyalur KUR, plus enam bank di luar BPD, termasuk seluruh bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun bank syariah yang sudah masuk sebagai penyalur KUR baru Bank Syariah Mandiri (BSM), sehingga pemerintah berupaya menambah bank syariah sebagai penyalur KUR. Dengan demikian, keinginan sebagian masyarakat yang ingin mendapatkan akad syariah akan terpenuhi.

"Sementara bank-bank syariah lain belum ada rencana masuk, termasuk BRI syariah," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, menyebutkan, pemerintah berencana menaikan pagu distribusi KUR dari rata-rata pencairan beberapa tahun terakhir sebesar Rp 20 triliun per tahun menjadi Rp 25 triliun per tahun. Kebijakan itu diambil, karena KUR dinilai dapat mendongkrak kondisi perekonomian masyarakat miskin, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

"Kenaikan itu akan dilakukan bertahap. Mungkin akan mulai dengan Rp 25 triliun lalu diupayakn ke level Rp 30 triliun," ujar Hatta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau