JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Benny Kabur Harman mengakui terjadi pertemuan antara dirinya, M Nazaruddin, Ade Rahardja, dan Chandra M Hamzah. Hal itu disampaikannya kepada Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (15/8/2011).
Menurut Benny, kehadirannya dalam pertemuan di Casablanca karena diundang oleh Wasekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa.
"Saya datang ke restoran Jepang di Casablanca itu, sudah ada di sana Bapak Nazaruddin, Bapak Ade Rahardja, ditemani oleh Bapak Roni, dan juga Bapak Saan Mustofa. Saya diundang oleh Bapak Saan Mustofa. Dalam pertemuan itu, saya menyampaikan supaya Bapak Ade Rahardja menerima masukan dari Bapak Nazaruddin sebagai informasi yang tidak perlu diikuti. Mengapa? Karena kami dari Partai Demokrat tidak ingin melakukan intervensi terhadap proses penegakan hukum," ujar Benny di Gedung KPK, Jakarta.
Ia mengaku tak tahu dalam pertemuan itu akan hadir Ade Rahardja. "Pada kesempatan itu juga saya menyampaikan mohon maaf karena saya tidak tahu pertemuan itu dimaksudkan untuk bertemu dengan Bapak Ade Rahardja," tambah Benny.
Benny juga membantah pada pertemuan berikutnya antara dia, Nazaruddin, dan Chandra membicarakan mengenai kasus maupun pemberian uang kepada Chandra M Hamzah seperti yang ditudingkan oleh Nazaruddin.
"Betul pertemuan itu memang ada. Saya diundang oleh Saudara Nazaruddin. Tetapi di dalam pertemuan itu tidak ada ngomong kasus, tidak ada deal kasus, tidak ada transaksi. Juga tidak ada penyerahan uang seperti yang dituding oleh Saudara Nazaruddin," jelasnya.
Benny mengatakan, ia tak tahu pembahasan yang dilakukan antara Chandra maupun Nazaruddin. Menurut dia, Nazaruddin mengundangnya sebagai bawahan Nazaruddin, bukan sebagai Ketua Komisi III.
"Yang tahu adalah Saudara Nazaruddin. Dia yang mengundang saya. Dia tidak memberitahu saya bahwa pertemuan itu, undangan itu, ketemu dengan Saudara Chandra Hamzah," kata politisi Partai Demokrat ini.
Ia mempersilakan untuk membuka rekaman CCTV seperti diungkapkan Nazaruddin, sebagai bukti pertemuan tersebut. Benny menyatakan, tuduhan-tuduhan Nazaruddin tak benar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang