Arus mudik

Polda Metro Minimalkan Kecelakaan

Kompas.com - 15/08/2011, 14:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Polda Metro Jaya mengakui masih sulit untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pada musim mudik Lebaran 2011 ini. Meski begitu, Polda Metro akan berupaya meminimalkan angka korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas.

"Dari analisa, kami prediksikan masih sulit untuk menekan angka atau kasus laka lantas. Kecenderungannya meningkat terus karena pertumbuhan dan pergerakan penduduk naik terus. Yang biasa kami lakukan, berupaya korban tewas dapat dikurangi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa, Senin (15/8/2011) siang, seletah mengikuti rapat lintas sektoral mejelang pelaksanakan Operasi Ketupat Jaya 2011 di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya. Rapat dipimpin oleh Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen (pol) Suhardi Alius. Operasi itu sendiri rencananya akan berlangsung mulai 23 Agustus, selama 14 hari ke depan.

Menurut Royke, untuk menekan korban tewas, pihaknya akan berupaya menempatkan polisi di tempat-tempat rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan penindakan berupa penilangan dan peneguran kepada pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. "Pengendara-pengendara yang melangga aturan lalu lintas itu, seperti mengebut, jalan zik zag, melawan arus, tidak memakai perlengkapan standar berkendaraan atau kelengkapan fungsi kendaraannya tidak memadai, adalah yang berpotensi menjadi korban kecelakaan atau meyebabkan terjadi kecelakaan," katanya.

Pada Operasi Ketupat Jaya 2009, kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 266 kasus dengan korban meninggal dunia 33 orang, luka berat 145 orang, dan luka ringan 14 orang. Sedangkan pada Operasi Ketupat Jaya 2010, terjadi 213 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia 45 orang, luka berat 76 orang, dan luka ringan 161 orang.

Sementara dilihat dari kendaraan yang mengalami kecelakaan, pada Operasi Ketupat Jaya 2009, kecelakaan lalu lintas itu melibatkan 319 unit kendaraan, dengan paling besar terjadi pada motor yakni 198 unit motor. Tahun 2010 kendaraan yang terlibat kecelakaan meningkat 21,32 persen menjadi 387 kendaraan, dengan motor mencapai 237 unit. Untuk motor ini, berarti ada kenaikan 18,70 persen dari tahun 2009 ke 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau