JAKARTA, KOMPAS.com- Polda Metro Jaya mengakui masih sulit untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas pada musim mudik Lebaran 2011 ini. Meski begitu, Polda Metro akan berupaya meminimalkan angka korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas.
"Dari analisa, kami prediksikan masih sulit untuk menekan angka atau kasus laka lantas. Kecenderungannya meningkat terus karena pertumbuhan dan pergerakan penduduk naik terus. Yang biasa kami lakukan, berupaya korban tewas dapat dikurangi," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa, Senin (15/8/2011) siang, seletah mengikuti rapat lintas sektoral mejelang pelaksanakan Operasi Ketupat Jaya 2011 di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya. Rapat dipimpin oleh Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen (pol) Suhardi Alius. Operasi itu sendiri rencananya akan berlangsung mulai 23 Agustus, selama 14 hari ke depan.
Menurut Royke, untuk menekan korban tewas, pihaknya akan berupaya menempatkan polisi di tempat-tempat rawan kecelakaan dan kemacetan, meningkatkan penindakan berupa penilangan dan peneguran kepada pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. "Pengendara-pengendara yang melangga aturan lalu lintas itu, seperti mengebut, jalan zik zag, melawan arus, tidak memakai perlengkapan standar berkendaraan atau kelengkapan fungsi kendaraannya tidak memadai, adalah yang berpotensi menjadi korban kecelakaan atau meyebabkan terjadi kecelakaan," katanya.
Pada Operasi Ketupat Jaya 2009, kasus kecelakaan lalu lintas mencapai 266 kasus dengan korban meninggal dunia 33 orang, luka berat 145 orang, dan luka ringan 14 orang. Sedangkan pada Operasi Ketupat Jaya 2010, terjadi 213 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia 45 orang, luka berat 76 orang, dan luka ringan 161 orang.
Sementara dilihat dari kendaraan yang mengalami kecelakaan, pada Operasi Ketupat Jaya 2009, kecelakaan lalu lintas itu melibatkan 319 unit kendaraan, dengan paling besar terjadi pada motor yakni 198 unit motor. Tahun 2010 kendaraan yang terlibat kecelakaan meningkat 21,32 persen menjadi 387 kendaraan, dengan motor mencapai 237 unit. Untuk motor ini, berarti ada kenaikan 18,70 persen dari tahun 2009 ke 2010.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang