Polsek Pondok Gede Sita 75.000 Petasan

Kompas.com - 15/08/2011, 14:42 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyita 75.000 petasan siap jual dalam kegiatan razia Kilat Jaya yang dilakukan selama Ramadhan, Minggu (14/8/2011).

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polsek Pondok Gede, Ajun Komisaris Polisi Kusnandar, di Bekasi, Senin (15/8/2011), mengatakan petasan jenis korek ini disita petugas di bawah jembatan tol Lingkar Luar Jakarta, Kelurahan Jatiwarna.

"Saat kami lakukan razia Kilat Jaya, anggota memberhentikan seorang pengendara motor. Karena curiga dengan barang yang dibawanya itu, anggota pun meminta pengendara motor itu untuk membuka kardus berwarna putih tersebut," ujar AKP Kusnandar.

Dikatakan Kusnandar, pengendara tersebut bernama Agus. Dia menolak untuk memberitahukan isi yang berada di dalam kardus berwarna putih itu kepada petugas.

"Karena penolakan itulah petugas polisi bertambah curiga, dan memaksa Agus membuka kotak itu. Setelah dibuka, isinya petasan yang betumpuk rapi, dia bilang mau buat dijual di dekat rumahnya, dia juga bilang dapat dari seseorang di pasar Kranggan, Jatisampurna," katanya.

Dari pengakuan Agus, kata dia, petasan itu dibeli seharga Rp 240.000 untuk ukuran satu kotak petasan jenis korek.

Pengakuan Agus langusung ditindaklanjuti petugas yang melakukan pengembangan ke lokasi dan langsung menemukan penjual petasan berskala besar.

"Dari gerobak penjual itulah polisi menyita 75.000 petasan jenis korek siap jual," ujarnya.

Wakil Kapolsek Pondok Gede, AKP Solikin, mengatakan pihaknya mendapatakan petasan itu dari tangan tersangka, Tarna.

"Tarna ini yang jadi penjualnya, istilahnya dia pengecer. Dari keterangannya, dia biasa beli petasan setelah memesan dan diantar ke gerobak dagangannya itu," katanya.

Solikin mengatakan, dalam waktu dekat 75.000 petasan itu pun akan dimusnahkan.

Solikin menambahkan, pihaknya terus melakukan operasi dan penyelidikan terhadap tempat-tempat pendistribusian petasan di wilayah hukum Polsek Pondok Gede.

"Potensi adanya penyebaran petasan memang ada, tapi kami terus melakukan pencariaan, apalagi sebenatar lagi mendekati Lebaran, ini untuk menghindari perang petasan di wilayah hukum saya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau