BEKASI, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, menyita 75.000 petasan siap jual dalam kegiatan razia Kilat Jaya yang dilakukan selama Ramadhan, Minggu (14/8/2011).
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polsek Pondok Gede, Ajun Komisaris Polisi Kusnandar, di Bekasi, Senin (15/8/2011), mengatakan petasan jenis korek ini disita petugas di bawah jembatan tol Lingkar Luar Jakarta, Kelurahan Jatiwarna.
"Saat kami lakukan razia Kilat Jaya, anggota memberhentikan seorang pengendara motor. Karena curiga dengan barang yang dibawanya itu, anggota pun meminta pengendara motor itu untuk membuka kardus berwarna putih tersebut," ujar AKP Kusnandar.
Dikatakan Kusnandar, pengendara tersebut bernama Agus. Dia menolak untuk memberitahukan isi yang berada di dalam kardus berwarna putih itu kepada petugas.
"Karena penolakan itulah petugas polisi bertambah curiga, dan memaksa Agus membuka kotak itu. Setelah dibuka, isinya petasan yang betumpuk rapi, dia bilang mau buat dijual di dekat rumahnya, dia juga bilang dapat dari seseorang di pasar Kranggan, Jatisampurna," katanya.
Dari pengakuan Agus, kata dia, petasan itu dibeli seharga Rp 240.000 untuk ukuran satu kotak petasan jenis korek.
Pengakuan Agus langusung ditindaklanjuti petugas yang melakukan pengembangan ke lokasi dan langsung menemukan penjual petasan berskala besar.
"Dari gerobak penjual itulah polisi menyita 75.000 petasan jenis korek siap jual," ujarnya.
Wakil Kapolsek Pondok Gede, AKP Solikin, mengatakan pihaknya mendapatakan petasan itu dari tangan tersangka, Tarna.
"Tarna ini yang jadi penjualnya, istilahnya dia pengecer. Dari keterangannya, dia biasa beli petasan setelah memesan dan diantar ke gerobak dagangannya itu," katanya.
Solikin mengatakan, dalam waktu dekat 75.000 petasan itu pun akan dimusnahkan.
Solikin menambahkan, pihaknya terus melakukan operasi dan penyelidikan terhadap tempat-tempat pendistribusian petasan di wilayah hukum Polsek Pondok Gede.
"Potensi adanya penyebaran petasan memang ada, tapi kami terus melakukan pencariaan, apalagi sebenatar lagi mendekati Lebaran, ini untuk menghindari perang petasan di wilayah hukum saya," ujarnya.