Pakai Krim AntiAging Sejak Umur 20-an!

Kompas.com - 15/08/2011, 15:30 WIB

KOMPAS.com - Banyak perempuan yang tidak menyadari, kapan sebenarnya garis-garis halus yang menjadi tanda-tanda penuaan mulai muncul. Saat usia 35 tahun, garis-garis tersebut mulai makin jelas terlihat. Saat itulah, perempuan mulai panik dan baru melakukan perawatan untuk menguranginya. Padahal, pembentukan kerut-kerut di wajah kita itu sebenarnya sudah terjadi sejak usia kita 20-an, lho!

P&G Beauty and Grooming, produsen untuk produk perawatan kulit Olay Total Effect, belum lama ini mengadakan survei terhadap 1.800 wanita berusia di antara 20 – 39 tahun di lima negara Asia: India, Indonesia, Korea, Filipina, dan Thailand. Survei dirancang oleh P&G bersama Dr Joyce Lim, ahli dermatologi dari Singapura, dan digelar oleh agensi riset independen, Taylor Nelson Sofres (TNS). Survei diadakan untuk mengetahui jenis kulit apa yang benar-benar diinginkan wanita Asia, kapan tepatnya wanita mulai melihat tanda-tanda penuaan, dan apa yang mereka lakukan terhadap tanda-tanda penuaan tersebut.

Survei menunjukkan fakta yang mencengangkan mengenai kebiasaan kaum perempuan dalam melakukan perawatan kulitnya. Misalnya, meskipun perempuan Asia mulai menampakkan tanda-tanda penuaan pada usia rata-rata 25 tahun 7 bulan, namun satu dari tiga perempuan Asia di usia 20 tahunan menunda penggunaan perawatan kulit antiaging. Satu dari tiga perempuan Asia juga lebih memilih memakai perawatan untuk memutihkan kulit, meskipun mereka juga mengalami tanda-tanda penuaan.

Survei juga dilakukan di Indonesia pada 29 Juli –9 Agustus 2011 dengan melibatkan sekitar 778 responden. Hasil survei ini menunjukkan, sekitar 66,3 persen perempuan menggunakan perawatan wajah agar kulit tampak putih dan cerah, sekitar 46,4 persen menggunakan produk perawatan wajah sejak usia 15-20 tahunan, dan sekitar 57 persen menyadari tanda-tanda penuaan dini saat berusia 25-30 tahun.

Di Indonesia, terlihat bahwa perempuan lebih mementingkan kulit yang terlihat putih, tanpa memperhatikan kesehatannya. Padahal kulit yang putih tidak selalu sehat. Kulit yang cerah tanpa noda dengan rona alami wajah terlihat lebih sehat.

Ciri-ciri penuaan yang terjadi pada wajah sebenarnya bukan hanya garis halus dan kerutan. Hal ini mencerminkan persepsi umum di antara kaum perempuan, bahwa garis dan kerutan adalah satu-satunya tanda penuaan. Padahal, ada tujuh tanda lain penuaan kulit yang bisa terjadi, seperti kulit kering, kulit bernoda, berpori-pori besar, kusam, kasar, dan warna kulit yang tidak merata. Berbagai tanda penuaan inilah yang menyebabkan wajah kita bisa terlihat 6 tahun lebih tua.

“Hasil survei terbaru ini juga  menunjukkan bahwa wanita seharusnya mulai menggunakan produk antiaging sedini mungkin, yaitu usia sekitar 20 tahunan, agar tidak menyesal nantinya,” ujar Junita Kartikasari, Public Relations Manager P&G Home Products Indonesia, saat memaparkan hasil survei di The Immigrant, Plaza Indonesia, Kamis (11/8/2011) lalu.

Para peneliti menyimpulkan, kulit Anda akan terlihat lebih muda bila Anda rajin menggunakan produk-produk pembersih wajah harian yang lembut, melembabkan kulit dengan menghidrasi dan mengencangkannya, serta melindungi kulit dalam menghindari sinar ultraviolet dengan menggunakan sunscreen.

Sumber: Survei Olay Total Effect

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau