Sofbol dan Bisbol Molor

Kompas.com - 16/08/2011, 03:14 WIB

Palembang, Kompas - Pembangunan venue sofbol dan bisbol di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, untuk SEA Games XXVI/2011 belum selesai. Padahal, kontrak pembangunannya telah usai. Kontraktor pun mengajukan perpanjangan kontrak hingga dua bulan ke depan.

Manajer Lapangan PT Berkat Serasan Mandiri (BSM) Thamrin, Senin (15/8), mengatakan, masa kontrak PT BSM membangun venue sofbol dan bisbol mulai 10 Mei 2011 dan berakhir 9 Agustus 2011. Namun, hingga kontrak berakhir, kedua venue belum selesai.

”Kini, tingkat penyelesaian venue sofbol 65 persen, sedangkan venue bisbol hampir 40 persen,” kata Thamrin.

Karena belum selesai, kontrak proyek pembangunan kedua venue diperpanjang. PT BSM mengajukan perpanjangan kontrak hingga dua bulan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan berapa lama kontrak tersebut diperpanjang.

Menurut Thamrin, salah satu penyebab pembangunan kedua venue molor adalah banyaknya pohon yang harus dipindahkan di lokasi pembangunan kedua venue. Kontraktor harus memindahkan sekitar 350 pohon berbagai ukuran.

Selain itu, dinding panjat tebing bekas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIV/2004 yang ada di lokasi harus dibongkar. Proses ini memakan waktu 1,5 bulan.

”Pohon yang ada tidak boleh kami tebang. Kalau ditebang, kami kena denda. Jadi, pohon harus dipindahkan. Proses pemindahan satu pohon memakan waktu empat hari,” ujar Thamrin.

”Gravel” terhambat

Dampak dari pohon tidak boleh ditebang, pengiriman gravel (kerikil) untuk kedua lapangan menjadi terlambat, menunggu semua pohon dipindahkan. Kini baru lapangan sofbol yang selesai dibangun. Sementara pengerjaan lapangan bisbol hingga kemarin masih berlangsung.

”Dalam dua hari ini, empat truk gravel didatangkan dari Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Untuk menuntaskan lapangan bisbol, kami membutuhkan 8-10 truk gravel lagi,” kata Thamrin.

Kemarin, selain menaburi lapangan dengan campuran gravel, kapur, dan pasir, pekerja membangun tribune berkapasitas 500 orang. Perubahan teknis bangunan tribune dan tempat untuk pemain ikut menyebabkan pembangunan arena molor.

Konsultan pembangunan venue sofbol dan bisbol, Joel Fachri Asyari, khawatir, truk pengangkut gravel tak bisa melintas karena pembatasan angkutan non-sembako jelang Lebaran. Jika hal itu terjadi, lapangan bisbol belum siap untuk kejuaraan uji coba, 16 September 2011.

Andai pengiriman gravel lancar, Joel memperkirakan lapangan bisbol akan selesai minggu depan. ”Kami berharap uji coba diundur menunggu lapangan siap. Namun, kami akan berusaha agar lapangan selesai secepatnya,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum III Pengurus Besar Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia Mas Bagus Taftayazi mengatakan, pihaknya meminta kontraktor menyelesaikan venue secepatnya karena untuk uji coba pada 16 September.

”Saat kunjungan delegasi teknis ke Palembang, Juli lalu, kontraktor berjanji venue akan selesai tanggal 25 Agustus,” kata Mas Bagus Taftayazi mengingatkan. (ADH/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau