Ketahanan pangan

Empat Tantangan Harus Dijaga

Kompas.com - 16/08/2011, 09:02 WIB

CHENNAI, KOMPAS.com- Penambahan jumlah penduduk dunia pada tahun 2030 yang ditaksir mencapai 8 miliar menuntut pengelolaan ketahanan pangan yang baik dan berkelanjutan. Ada tiga tantangan yang harus dijaga untuk dapat memenuhi pasokan pangan bagi 8 miliar penduduk itu.

Keempat tantangannya adalah terbatasnya lahan dan air, perubahan iklim, keberlanjutan sumber daya alam, dan dibutuhkannya inovasi dan teknologi dengan pengaturan solusi yang terintegrasi.

Demikian disampaikan Direktur Regional Syngenta Andrew Guthrie saat mengawali pembukaan lokakarya bagi media Syngenta Media Workshop seperti dilaporkan wartawan Kompas Suhartono dari Chennai, India, Senin (15/8) malam di Chennai, India.

"Keempat tantangan itu ada di hadapan kita, dan kita harus menjaganya dengan baik secara sustainable," tandas Andrew.

Masalah yang kini dihadapi dunia, tambah Andrew, juga adalah volatilitas harga produksi pertanian, yang membutuhkan campur tangan pemerintah dengan regulasi  untuk perdagangan maupun bagi pasar keuangan. "Serta harus menjaga dan mempertahankan pertumbuhan peningkatan permintaan dari pasar baru yang muncul," lanjut Andrew.

Sementara Direktur Regional Syngenta lainnya, Peter Pickering menyatakan, peranan perusahaan-perusahaan seperti Syngenta sangat penting mendorong peningkatan produktifitas pertanian, meningkatkan jumlah petani dan mengembangkan inovasi serta teknologi untuk masa yang akan datang.

"Di Bangladesh, kami mendorong berjalannya program pipanisasi yang disebut Peni Pipes bagi irigasi sawah dan membangun pola bisnis dengan mendirikan pusat riset dan pelayanan petani di India dalam bentuk konsultasi dan informasi. Lokakarya yang diselenggarakan untuk mengetahui tantangan masa datang ketahanan pangan di kawasan Asia Pasific (APAC), diikuti sejumlah jurnalis dari negara-negara Asia seperti dari Vietnam, Thailand, Filipina, Indonesia, India dan lainnya berlangsung hingga Rabu (17/8) mendatang.

Dari jadwal acara yang dibagikan, sejumlah pembicara yang akan tampil pada Selasa (16/8) hingga Rabu di antaranya Penasehat Program Ketahanan Pangan dari Swaminathan Research Foundation Dr S Bala Ravi, Divisi Lingkungan Sumber Daya Alam Pertanian Bank Pembangunan Asia (ADB) Ninebeth Carandang, dan Direktur Eksekutif Crop Life Asia Tan Siang Hee.  

Juga dari Syngenta sendiri yang akan berbicara, yaitu Head of Tegra Syngenta David Hosking dan Tegra Head India Syngenta Suresh Babu serta Kepala Hubungan Korporasi APAC Syngenta Andrew Mc Conville serta Kepala Pemasaran Jagung Syngenta Hardeep Grewal. Mereka akan membahas topik-topik mulai dari kecukupan pangan seperti beras dan jagung di APAC, juga soal tantangan masa datang bagi para produsen pertanian  serta peranan bioteknologi di pertanian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau