Pidato kenegaraan

Ke Manakah Megawati?

Kompas.com - 16/08/2011, 12:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden ke-4 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri tak tampak dalam acara sidang bersama DPR dan DPD dengan agenda pidato kenegaraan Presiden di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Selasa (16/8/2011). Ketua DPD Irman Gusman dalam pidato pembukaannya pun tak menyebutkan nama Megawati dalam urutan mantan kepala negara dan kepala pemerintahan yang disapanya. Ke manakah Megawati?

Putri Megawati, Puan Maharani, mengatakan, ibunya sudah memberikan konfirmasi atas ketidakhadirannya pagi hingga siang ini. Menurut Puan, Megawati tak hadir karena sudah memiliki agenda acara lain yang harus dihadiri. Namun, dia tak mau menyebutkan agenda acara secara detail.

"Ada acara lain dan beliau memang sudah menyatakan tak bisa hadir hari ini. Enggak ada alasan-alasan tertentu yang apalah. Enggak bisa hadir karena ada kesibukan lain saja, di Jakarta," katanya ketika dimintai konfirmasi.

Puan menampik pernyataan bahwa Megawati belum mengonfirmasi ketidakhadirannya. Menurut Puan, istri Ketua MPR Taufiq Kiemas ini sudah memberikan informasi tak akan hadir.

Puan juga tidak bisa memastikan apakah ibunya juga akan datang ke acara puncak perayaan hari ulang tahun ke-66 RI di Istana Negara, besok. "Insyaallah akan datang. Karena kami juga di partai ada acara di DPP Lenteng Agung. Jadi, apa besok akan hadir di istana atau di partai, itu kita lihat besok," ungkapnya.

Sementara itu, dalam acara pidato kenegaraan hari ini hanya tampak mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie serta mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Jusuf Kalla.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau