Seks Bebas, 85 Kasus HIV/AIDS di Sulbar

Kompas.com - 16/08/2011, 13:17 WIB

MAMUJU, KOMPAS.com — Perilaku seks bebas di sejumlah kota/kabupaten di Sulawesi Barat menjadi penyumbang terbesar banyaknya korban virus HIV/AIDS di wilayah itu.

Dinas Kesehatan Sulawesi Barat mencatat, sejak 2010 hingga Februari 2011 ditemukan 85 kasus HIV/AIDS. Jumlah ini meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya.

Staf Bidang Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, Ririn Handayani, dalam Workshop Duplicated Basic Media di Mamuju, Senin (15/8/2011), menyebutkan, kasus terbesar terjadi di Mamuju. Sebanyak 68 kasus HIV/AIDS ditemukan di ibu kota Sulawesi Barat tersebut.

Menurut Ririn, praktik seks bebas di tempat-tempat hiburan malam menjadi penyumbang terbesar penyebaran HIV/AIDS di wilayah ini. Korban terbesar berikutnya adalah Matra. Di kabupaten yang berbatasan dengan Palu ini ditemukan 15 korban HIV/AIDS.

Dua kabupaten lain, yakni Majene dan Polewali Mandar, belum memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan Sulawesi Barat. Sejauh ini telah ada enam korban yang meninggal dunia.

Salah satu program nyata yang kini dilakukan Dinas Kesehatan untuk menekan angka penyebaran virus mematikan ini adalah dengan menggelar pemeriksaan kesehatan bagi para pekerja seks komersial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau