JAKARTA, KOMPAS.com - Ditengarai memakan biaya besar untuk menyiapkannya, pidato Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dinilai tidak "menggigit".
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ahmad Fauzi Ray Rangkuti, Selasa (16/8/2011), menilai pidato Irman yang disampaikan sebelum pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang bersama DPD dengan DPR itu, sekadar tidak ingin menciptakan suasana yang tidak nyama bagi Presiden.
Hal-hal penting justru terkesan menjadi biasa saja akibat pengungkapan yang sekilas dengan bahasa yang kurang tajam.
Materi penting hanya disebut sekilas oleh Irman. Misalnya, soal buruknya pengelolaan hubungan pusat dengan daerah, ekonomi yang penuh ketergantungan yang ditandai impor yang merajalela, dan perselingkuhan hukum dan politik yang mengabaikan pencapaian penegakan hukum dan keadilan, tidak mendapat penekanan khusus dalam pidato.
"Itu seperti kilasan dalam pidato dan bukan inti atau pokok soal pidatonya," sebut Ray.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang