Perempuan Bergosip 5 Jam Sehari!

Kompas.com - 16/08/2011, 15:25 WIB

KOMPAS.com - Berapa lama waktu yang "didedikasikan" oleh tayangan infotainment di televisi dalam sehari untuk memuaskan kebutuhan wanita untuk bergosip? Entahlah, yang pasti cukup banyak. Maklum saja, sebab dalam kenyataannya perempuan menggunakan sepertiga dari waktu produktifnya dalam sehari (sekitar 298 menit) untuk membicarakan soal berat badan, seks, dan masalah orang lain.

Survei yang diluncurkan oleh perusahaan wine First Cape ini mendapati  bahwa perempuan menggunakan sekitar 24 menit dalam sehari untuk membahas berat badan, diet, dan ukuran bajunya. Kemudian, 33 persen perempuan mengakui banyak menghabiskan waktu untuk membicarakan apa yang akan dikonsumsi saat makan siang.

"Perempuan kan memang terkenal karena kemampuannya untuk ngobrol, dan pria terkesima dengan apa saja yang bisa dibahas oleh perempuan saat bersama pasangannya," ujar Steve Barton, juru bicara First Cape.

Selain soal berat badan, topik utama yang jadi bahan pembicaraan kaum perempuan adalah shopping, diet, olahraga, dan liburan. Masalah dimana harus makan siang saja menempati urutan keempat topik diskusi mereka, diikuti dengan masalah percintaan orang lain, anak-anak, dan operasi kosmetik. Sedangkan urusan mengeluhkan kelakuan pasangan berada di nomor dua dari bawah.

"Saya tak pernah menduga bahwa makanan saja bisa menjadi topik panas," kata Barton. "Dan, senang juga melihat kebanyakan perempuan bahagia ketika bisa ngobrol sepintas dengan orang-orang yang sama sekali tak dikenal."

Sebanyak 38 persen perempuan, misalnya, menggunakan 12 menit dalam seminggu untuk bercakap-cakap dengan penjaga toko. Studi juga mendapati bahwa rata-rata perempuan bergosip selama 17 menit sebelum mulai bekerja. Mereka yang punya tetangga yang ramah umumnya menghabiskan hampir setengah jam dalam seminggu untuk ngerumpi.

Tetapi kebiasaan bergosip ini ternyata juga menimbulkan masalah bagi mereka sendiri. Sebanyak 36 persen perempuan, misalnya, mengaku bahwa mereka tak dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia seorang teman. Soalnya setelah diberi sebuah rahasia atau gosip, mereka selalu memberitahukannya pada pasangan, ibu, atau teman baik mereka. Repotnya, apa yang disampaikan jauh berbeda dengan apa yang didengar dari sumber pertama. Mungkin itu sebabnya perempuan memilih bergosip empat mata saja ketimbang ramai-ramai.

Berikut adalah 20 topik yang paling sering dibahas kaum perempuan:
1. Shopping
2. Diet dan olahraga
3. Liburan
4. Apa yang akan dilakukan jika memang undian
5. Kesehatan
6. Makan siang
7. Siapa yang sedang pacaran
8. Masalah percintaan orang lain
9. Soal anak
10. Resep masakan
11. Pertengkaran dengan pasangan
12. Ukuran baju
13. Sinetron
14. Anak-anak
15. Anak orang lain
16. Siapa yang mereka idolakan
17. Ibu mertua
18. Operasi kosmetik
19. Mengeluhkan pasangan
20. Bagaimana orang menjadi tua

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau