KOMPAS.com - Klub anyar NSH GMC, yang baru saja masuk NBL musim ini, harus menyerah 50-65 melawan STEI Rawamangun pada pertandingan uji coba di Gelangang Remaja Jakarta Utara Senin (15/8/2011). Sejumlah kelemahan pun sudah jelas terlihat, sehingga perlu pembenahan sebelum terjun ke level tertinggi liga basket di Tanah Air tersebut.
"Pada laga percobaan seperti ini, menang atau kalah bukan persoalan, tapi apakah materi yang diberikan pelatih bisa dijalankan dengan baik. Namun, melihat hasil akhir seperti ini tampaknya materi yang saya beri belum bisa terlaksana dengan baik," ucap asisten pelatih GMC saat ini, Ganto.
"Fokus kami pada pertandingan ini adalah pertahanan dan transisi pemain dari serang ke bertahan dan sebaliknya. Tapi, pertahanan para pemain dalam pertandingan ini kurang baik dan transisi kurang lancar diterapkan."
Menurut Ganto, lawan mereka kali ini bukan lawan sembarangan dan memang tidak bisa diremehkan. Pasalnya, STEI Rawamangun merupakan tim yang ikut dalam laga Libamanas (Liga Basket Mahasiswa Nasional).
Alasan Ganto memilih berlatih tanding dengan STEI tidak lain adalah karena peta kekuatan yang sama dengan pemain GMC, yang dihuni para pebasket muda.
"Kami memilih lawan secara bertahap. Jangan langsung melawan tim-tim yang hebat, pemain malah tidak bisa mengembangkan permainannya. Kali ini, saya mencoba untuk menyatukan tim karena bisa terbilang pemain GMC masih baru sebagai satu tim," ujar Ganto, pelatih berkacamata itu. "Nanti ke depannya saya ingin melawan klub divisi satu, Iberchem atau Alaska."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang