BANDUNG, KOMPAS.com — Jalur lingkar Nagreg yang segera dioperasionalkan pada H-10 Lebaran memungkinkan jalur utama mudik lintas selatan Jawa Barat berjalan lancar. Namun, kemacetan berikutnya berpeluang pindah atau bergeser pada penyempitan jalur Nagreg menuju Limbangan sehingga jalur Cicalengka-Tasikmalaya menjadi jalan alternatif yang perlu dipertimbangkan bagi para pemudik.
Cicalengka berada di antara Cileunyi dan Nagreg. Jalur alternatif Cicalengka akan melintasi Cijapati-Leles-Cibatu-Garut-Singaparna-Tasikmalaya. Kemacetan setelah Nagreg diperkirakan muncul akibat penyempitan dari jalur untuk searah menjadi dua arah menuju Limbangan. Apalagi, terdapat Pasar Limbangan sehingga kemacetan Nagreg kemungkinan berpindah di lokasi tersebut.
Pimpinan Proyek Lingkar Nagreg dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaaan Umum Haryono ketika ditemui di lokasi proyek jalan lingkar Nagreg, Selasa (16/8/2011), mengakui hal tersebut. Ia menjelaskan, jalan lingkar Nagreg sepanjang 5,4 kilometer untuk dilalui satu arah dari Tasikmalaya atau Garut menuju Bandung. Jalur baru ini akan berfungsi optimal terutama pada saat arus balik.
"Pada saat arus mudik menggunakan jalur lama Nagreg yang jalannya menurun dan hanya diberlakukan searah menuju Limbangan," kata Haryono. (HEI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang