JAKARTA, KOMPAS.com — Para investor di pasar obligasi menyerap Surat Utang Negara senilai Rp 9,4 triliun, yang dilepas Kementerian Keuangan dalam lelang yang dilaksanakan Selasa (16/8/2011) petang tadi.
Adapun jumlah penawaran yang masuk selama lelang berlangsung mencapai Rp 22,413 triliun atau terjadi kelebihan penawaran dibandingkan obligasi negara yang diserap sebesar 2,38 kali.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan, Rahmat Waluyanto, di Jakarta.
Dalam lelang itu terdapat lima seri Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan Kementerian Keuangan. Kelima seri itu adalah SPN03111118 (surat perbendaharaan negara/SPN atau obligasi negara dengan tenor di bawah setahun), lalu seri SPN12120818, dan Surat Utang Negara (SUN) seri FR0055. Dua seri lagi adalah SUN FR0053 dan FR0058.
Sebagian besar penawaran yang masuk menghendaki seri FR0058, yakni Rp 6,7 triliun. Namun, yang dimenangkan hanya Rp 4 trilun. Disusul seri SPN12120818 sebesar Rp 5,58 triliun, tetapi yang dimenangkan adalah Rp 1,8 triliun. Penawaran ketiga terbesar diarahkan pada seri SPN03111118, yakni Rp 4,771 triliun, tetapi yang dimenangkan adalah sebesar Rp 1,3 triliun.
Dua seri lainnya, yakni FR0055 dan FR0053, mendapatkan penawaran masing-masing Rp 2,56 triliun dan Rp 2,78 triliun. Namun, penawaran yang dimenangkan masing-masing Rp 0,85 triliun dan Rp 1,45 triliun.
Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan untuk masing-masing seri adalah 3,75 persen untuk seri SPN03111118; 4,421 persen untuk SPN12120818; 6,167 persen untuk seri FR0055; 6,926 persen FR0053, dan 7,939 persen untuk seri FR0058.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang