Kemerdekaan

Kalla: Masih Banyak Persoalan Besar

Kompas.com - 17/08/2011, 12:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, Indonesia memang sudah merdeka secara politik. Namun demikian, masih banyak persoalan besar yang harus diselesaikan bangsa ini seperti masalah kemiskinan, kemandirian ekonomi, dan korupsi.

"Kita merdeka secara politik, iya. Bahwa masih ada masalah-masalah seperti secara ekonomi masih ada ketergantungan dan belum bisa mewujudkan kemandirian ekonomi, itu yang harus terus-menerus diupayakan tanpa korupsi," kata Kalla, Rabu (17/8/2011), usai upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Kalla, segenap bangsa harus berjuang mengatasi kekurangan yang ada saat ini, termasuk upaya mengurangi kemiskinan. "Tentu tidak bisa sekaligus. Kita harus bekerja dengan baik (mengatasinya). Ini waktunya bekerja," katanya.

Terkait pidato kenegaraan Presiden yang terkesan optimistis, menurut dia, seorang pemimpin memang harus optimistis. Apa yang disampaikan Presiden itu, menurut dia, bisa saja dicapai, tergantung dari upaya yang dilakukan.

Saat dimintai komentar terkait keprihatinan bangsa akan korupsi saat ini, Kalla menegaskan, korupsi harus dilawan secara sistematis. "Kita harus bertekad dan berusaha semuanya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau