Pilgub dki

Banyak Pensiunan Jadi Calon Pengawas

Kompas.com - 17/08/2011, 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 60 calon pengawas pilgub DKI akan mengikuti tes tertulis pada Kamis (18/8/2011) mulai pukul 10.00 besok di Hotel Ibis Tamarin, Jalan Wahid Hasyim Nomor 77, Jakarta Pusat.

Mereka merupakan hasil saringan seleksi administrasi dari total 68 pendaftar. Dalam daftar 60 calon itu, terdapat setidaknya 11 pensiunan dari berbagai instansi.

Menurut anggota tim seleksi, Titi Anggraini kepada Kompas, Rabu (17/8/2011) siang, hal itu merupakan kebetulan. Prinsipnya, tim seleksi memeriksa berkas hanya mendasarkan pada keterpenuhan persyaratan formal saja, yaitu umur, pendidikan, dan domisili.

Akan tetapi, tim seleksi berkomitmen untuk menghasilkan calon-calon terbaik yang nantinya akan diserahkan kepada badan pengawas pemilu (Bawaslu) untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). "Kami akan pastikan yang akan lolos memang yang kredibel dan berkapasitas," tegas Titi.

Tahapan berikutnya bagi kandidat yang lolos uji tertulis adalah tes wawancara dan juga uji publik. Diharapkan pada minggu pertama September sudah ada 6 nama diserahkan ke Bawaslu. Selanjutnya 3 nama akan ditetapkan sebagai anggota Panwaslu Provinsi DKI Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau