Militer Suriah Gempur Latakia

Kompas.com - 18/08/2011, 02:15 WIB

Damaskus, Rabu - Militer Suriah, Rabu (17/8), menggempur lagi kota Pelabuhan Latakia dengan tembakan senjata berat. Lebih dari 30 warga sipil tewas dalam serangan yang dimulai sejak Minggu. Rezim Suriah sama sekali tidak menghiraukan tekanan dan ultimatum komunitas internasional.

Masyarakat internasional sebenarnya sudah sering mengultimatum Presiden Bashar al-Assad. Bahkan, Assad terus ditekan agar segera meletakkan jabatannya dan memenuhi tuntutan massa prodemokrasi yang menghendaki pergantian rezim. Aksi massa menuntut Assad mundur berlangsung sejak Maret.

Hari Selasa, setidaknya ada tiga warga sipil tewas. Sejak serangan militer dimulai akhir pekan lalu, 30 warga Latakia tewas. Aktivis hak asasi manusia mengatakan, sejak medio Maret sudah 1.827 warga sipil dan 416 anggota pasukan keamanan tewas. Ribuan warga berusaha meninggalkan kota, tetapi belakangan ini justru terkepung militer.

Dalam dua minggu pertama Agustus, sejak awal bulan suci Ramadhan, 260 orang tewas, termasuk 14 wanita dan 31 anak. Militer, Selasa, menargetkan beberapa lingkungan di Latakia.

”Tembakan senjata berat berlangsung intens di Latakia, Al Ramel, Masbah Al-Shaab, dan Ain Tamra selama lebih dari tiga jam,” kata aktivis Syrian Observatory of Human Rights.

Hari Rabu, tembakan senjata berat membahana di beberapa sudut kota. Tank dan personel militer berkeliaran di kota berpenduduk 600.000 jiwa itu. Hari Minggu, militer rezim Assad mengerahkan angkatan udara untuk menembaki Latakia. Warga menjadi sasaran militer rezim adalah modus yang juga dilakukan oleh pemimpin Libya, Moammar Khadafy.

Warga melaporkan, mereka melihat 20 tank dan kendaraan pengangkut pasukan berkumpul di jalan Al-Thawra, utara pusat kota Latakia. Besar kemungkinan hal ini merupakan sinyal awal akan adanya operasi lanjutan. Sementara itu, lebih dari 100 tentara menyatroni daerah Sqanturi dan menangkap puluhan warga.

Juru bicara Lembaga Pengungsi PBB untuk Palestina, Chris Gunnes, mengatakan, 5.000 hingga 10.000 warga Palestina di kamp pengungsi di Al Ramel mengungsi setelah ditembaki militer Suriah. Sampai kini belum jelas apa motif serangan terhadap warga Palestina. Pemerintah Palestina mengutuk serangan itu.

Rezim Suriah tetap pada sikap keras memerangi rakyatnya meski masyarakat internasional terus menekan Assad. AS, sekutu Barat, dan Liga Arab mengecam kekerasan atas rakyat sipil. Militer Suriah tak hanya membombardir Latakia, tetapi kota lain seperti Hama dan Deir Ezzor.

Presiden AS Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan Raja Arab Saudi Abdullah bersama-sama menyatakan ”keprihatinan yang mendalam” atas kekerasan. (AFP/AP/REUTERS/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau