Masyarakat internasional sebenarnya sudah sering mengultimatum Presiden Bashar al-Assad. Bahkan, Assad terus ditekan agar segera meletakkan jabatannya dan memenuhi tuntutan massa prodemokrasi yang menghendaki pergantian rezim. Aksi massa menuntut Assad mundur berlangsung sejak Maret.
Hari Selasa, setidaknya ada tiga warga sipil tewas. Sejak serangan militer dimulai akhir pekan lalu, 30 warga Latakia tewas. Aktivis hak asasi manusia mengatakan, sejak medio Maret sudah 1.827 warga sipil dan 416 anggota pasukan keamanan tewas. Ribuan warga berusaha meninggalkan kota, tetapi belakangan ini justru terkepung militer.
Dalam dua minggu pertama Agustus, sejak awal bulan suci Ramadhan, 260 orang tewas, termasuk 14 wanita dan 31 anak. Militer, Selasa, menargetkan beberapa lingkungan di Latakia.
”Tembakan senjata berat berlangsung intens di Latakia, Al Ramel, Masbah Al-Shaab, dan Ain Tamra selama lebih dari tiga jam,” kata aktivis Syrian Observatory of Human Rights.
Hari Rabu, tembakan senjata berat membahana di beberapa sudut kota. Tank dan personel militer berkeliaran di kota berpenduduk 600.000 jiwa itu. Hari Minggu, militer rezim Assad mengerahkan angkatan udara untuk menembaki Latakia. Warga menjadi sasaran militer rezim adalah modus yang juga dilakukan oleh pemimpin Libya, Moammar Khadafy.
Warga melaporkan, mereka melihat 20 tank dan kendaraan pengangkut pasukan berkumpul di jalan Al-Thawra, utara pusat kota Latakia. Besar kemungkinan hal ini merupakan sinyal awal akan adanya operasi lanjutan. Sementara itu, lebih dari 100 tentara menyatroni daerah Sqanturi dan menangkap puluhan warga.
Juru bicara Lembaga Pengungsi PBB untuk Palestina, Chris Gunnes, mengatakan, 5.000 hingga 10.000 warga Palestina di kamp pengungsi di Al Ramel mengungsi setelah ditembaki militer Suriah. Sampai kini belum jelas apa motif serangan terhadap warga Palestina. Pemerintah Palestina mengutuk serangan itu.
Rezim Suriah tetap pada sikap keras memerangi rakyatnya meski masyarakat internasional terus menekan Assad. AS, sekutu Barat, dan Liga Arab mengecam kekerasan atas rakyat sipil. Militer Suriah tak hanya membombardir Latakia, tetapi kota lain seperti Hama dan Deir Ezzor.
Presiden AS Barack Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron, dan Raja Arab Saudi Abdullah bersama-sama menyatakan ”keprihatinan yang mendalam” atas kekerasan. (AFP/AP/REUTERS/CAL)