Panwaslu jakarta

Lima Orang Tak Ikuti Tes Tertulis

Kompas.com - 18/08/2011, 15:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 60 orang diundang mengikuti tes tertulis seleksi calon anggota Panitia Pengawas Pemilu Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (18/8/2011). Namun, ada lima orang yang tidak datang sampai berakhirnya tes di Hotel Ibis Tamarin, Jalan Wahid Hasyim Nomor 77, Jakarta Pusat, sekira pukul 13.00.

Menurut anggota Tim Seleksi, Titi Anggraini, kelima orang yang tidak mengikuti tes itu dengan atau tanpa alasan. "Lima yang tidak ikut, empat laki-laki dan satu perempuan. Satu tidak ikut karena sedang umrah," kata Titi.

Soal tes tertulis berisikan tentang pengetahuan kepemiluan, seputar lembaga dan tahapan pemilu kepala daerah, serta pengetahuan lokal menyangkut Jakarta.

Hasil tes tertulis akan diumumkan pada 22 Agustus melalui situs web Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Selanjutnya, peserta yang lolos tes tertulis akan diminta membuat makalah tentang pengawasan Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta yang diserahkan paling lambat 28 Agustus. Seleksi tes wawancara akan dilakukan pada minggu pertama September 2011.

Tim Seleksi akan memilih enam nama untuk diserahkan ke Bawaslu. Lewat uji kepatutan dan kelayakan, selanjutnya tiga nama akan ditetapkan sebagai anggota Panwaslu Provinsi DKI Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau