Pemerkosaan

Dua Pemerkosa Ini Perkosa Pengidap HIV?

Kompas.com - 18/08/2011, 15:26 WIB

BOGOR, KOMPAS.com- Dua pemuda, R (26) dan J (23), Kamis (18/8/2011), diperiksa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bogor Kota. Mereka tertangkap warga sekitar Jembatan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, sedang memerkosa seorang perempuan berinisal D (29) pada Rabu malam.

Peristiwa itu berawal dari pertemuan R dan J bersama dua temannya, I dan A, dengan D di sekitar Pasar Bogor. Mereka mengajak D berjalan-jalan hingga ke Jembatan Sempur. Di lokasi tersebut, empat pemuda itu memerkosa D sekitar pukul 20.00. Namun, aksi mereka terlihat oleh warga sekitar.

R dan J sempat tertangkap dan dipukuli warga, sedangkan dua lainnya kabur. R dan J akhirnya digelandang ke Polsek Bogor Tengah dan baru diserahkan ke Polres Bogor Kota, Kamis ini.

"Saya sedang mabuk waktu itu," tutur R yang juga pernah dihukum karena mencopet.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bogor Kota Inspektur Dua Mellisa S menyatakan, keduanya sudah dijadikan tersangka.

Terkait informasi bahwa korban perkosaan itu kepada penyidik sempat mengaku terpapar virus HIV/AIDS, Mellisa mengaku tidak mendengar hal itu secara langsung. "Korban juga sepertinya belum pernah memeriksakan diri," tutur Mellisa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau